TAMIANG DALAM BAYANG EKOLOGI YANG RETAK; Suara Nasir Djamil dan Sayed Zainal

Senin, 8 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kampung Kampung yang hilang di Peta.

Kampung Kampung yang hilang di Peta.

Dalam pernyataan akhirnya, Nasir Djamil menegaskan; “Tamiang harus bangkit dengan tata ruang yang benar. Bila ruangnya kacau, maka masa depannya pun ikut hancur.”

Sementara Sayed menutup dengan suara yang berat, namun tajam;

“Ini bukan takdir. Ini peringatan. Hulu yang rusak akan mengirimkan pesan ke hilir, dan pesan itu berupa bencana. Kita masih bisa memperbaikinya—tetapi waktu kita tidak banyak.”

  • Banjir yang Menelanjangi Tata Ruang.
BACA JUGA...  DAK Fisik Aceh Tamiang, Dipeloroti Atau di ‘Amputasi’?

AIR BAH itu datang bukan sebagai tamu, melainkan sebagai vonis. Dalam tempo delapan jam, 12 kecamatan dan 216 desa di Aceh Tamiang tenggelam dalam gelombang cokelat yang membawa log, lumpur, dan ingatan buruk tahun-tahun sebelumnya.

Namun kali ini berbeda; bukan sekadar banjir, melainkan ledakan ekologis yang memperlihatkan telanjang retaknya hubungan manusia dengan alam.

BACA JUGA...  Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang

Di tengah keputusasaan warga, dua suara muncul dari arah berbeda namun seirama; Nasir Djamil, anggota DPR RI asal Aceh, dan Sayed Zainal M, Direktur Eksekutif LembAHtari.

Keduanya melihat bencana ini bukan sebagai fenomena alam semata, tetapi sebagai hasil dari akumulasi keputusan buruk yang menumpuk selama bertahun-tahun.

MENYUSURI JEJAK KERUSAKAN; ANTARA PETA, KASUS, DAN DIAMNYA HULU

BACA JUGA...  Huntap Tanjung Seumantoh, Dari Luka Banjir Menuju Kepastian Hunian

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Usai menyerahkan kursi roda, Bunda Salma berbincang-bincang dengan Samsuddin Pasaribu salah warga yang sakit lumpuh di Gampong Samakurok, Selasa, (22/9).

PEMERINTAHAN

Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:15 WIB

FEATURE

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:36 WIB

Buaya kembali muncul di sungai perkampungan Kedai Padang Kluet Utara dan Pasie Merapat Kluet Selatan, foto : mediaaceh.co.id

PEMERINTAHAN

Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan

Selasa, 22 Sep 2026 - 07:42 WIB

Badan Jalan Kabupaten lintasan pegunungan Gunung Sekorong Kluet Timur Aceh Selatan tanpa fasilitas drainase dan rawan  longsor sehingga warga dihantui was-was.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Senin, 21 Sep 2026 - 19:46 WIB