TAMIANG DALAM BAYANG EKOLOGI YANG RETAK; Suara Nasir Djamil dan Sayed Zainal

Senin, 8 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kampung Kampung yang hilang di Peta.

Kampung Kampung yang hilang di Peta.

SAAT air surut, Sungai Tamiang memperlihatkan rahasianya: jalinan akar yang patah, bukit-bukit yang digerogoti galian tambang, dan bekas-bekas pembukaan lahan sawit yang menjulur hingga ke sempadan sungai.

Investigasi lapangan LembAHtari memperlihatkan bahwa; Tutupan hutan Aceh Tamiang telah berkurang drastis dalam 20 tahun terakhir.

Setidaknya 21 titik tambang [legal dan ilegal] menjadi sumber sedimentasi berat.

BACA JUGA...  KAYU, RUMAH, DAN WAKTU

Lebih dari 12 konsesi sawit masuk terlalu dekat ke zona lindung DAS. Dalam wawancara fiktif terstruktur, Sayed Zainal mengutip satu kalimat; “Hulu kita sudah compang-camping. Bagaimana hilir tidak tenggelam?

Data citra satelit menunjukkan bahwa alur Sungai Tamiang yang dulu lebar kini dipenuhi delta baru yang berasal dari longsoran hulu. Sungai kehilangan kapasitas, dan saat hujan ekstrem datang, ia meluap dengan ganas, membawa apa saja yang dilewatinya.

BACA JUGA...  DARI NORMALISASI SUNGAI KE PEMULIHAN KEHIDUPAN

Bencana ini bukan sekadar curah hujan ekstrem [ini adalah hasil dari dekade tanpa konservasi].

‘TATA RUANG KITA SUDAH USANG’

DALAM sebuah dialog di di Aceh Tamiang bersama Bupati Armia Pahmi, Nasir Djamil berbicara dengan nada yang tidak biasa; tegas dan tanpa kompromi.

“RTRW Aceh Tamiang harus dirombak secara radikal. Tidak bisa lagi tambal sulam. Tata ruang adalah jantung pembangunan; jika jantungnya rusak, semua ikut mati.”

Menurutnya, wajah Aceh Tamiang hari ini adalah cermin dari tata ruang yang gagal membaca gejala ekologis.

BACA JUGA...  Aceh Tamiang Gelar MTQ ke VII dan FASI Satu

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

SLCN Perkuat Kesiapsiagaan Nelayan Hadapi Cuaca

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:46 WIB

RAGAM BERITA

Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:15 WIB

NASIONAL

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:10 WIB

Foto bersama kedutaan besar Myanmar, Mang Hau Thang didampingi Counsellor Shwe Yi Phyo, First Secretary San Nyunt Aung, dan Chief of Chancery Htet Htet Aung dan KSMI, Ketua Umum Yan Mulia Abidin, dan pengurus lainnya, Tundra Meliala, Moko Pamungkas, Meina Paloh, M. Iksan Tauleka, Dudung Abdul Rachman, Marino. (Dok.KSMI)

OLAHRAGA

Perkuat Persahabatan Asia, Myanmar Bergabung 

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:05 WIB

NASIONAL

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:30 WIB