Pemilu Semakin Dekat, Partai Politik Sudah Membungkus dengan Manis

Usman Lamreung (foto: acehstandar.com).

Oleh: Usman Lamreung

Pemilu Legislatif, DPD dan Pilpres semakin dekat, sudah barang pasti simpatisan dan pemilih sudah mulai menentukan pilihan-pilihan mereka sesuai dengan tingkat pendidikan, sosialisasi, rekrutmen, kaderisasi, dan komunikasi politik oleh partai politik.

Partai politik sudah membungkus dengan bungkusan yang manis, seperti janji politik, harapan-harapan, ditambah lagi dengan berbagai bumbu penyedap men sugesti rakyat agar mereka dapat dipengaruhi dan dikuasai, hingga menjadi simpatisan yang siap rela mencoblos pada hari pencoblosan.

BACA JUGA...  267 Calon Jamaah Haji Aceh Utara di Peusijuek

Malah yang lebih ironis lagi ada isu terjadi indikasi politik uang.

Bila isu ada indikasi politik uang benar terjadi, transaksi politisi (caleg) dan pemilih, ini menandakan bahwa demokrasi pelaksanaan pemilu sedang tidak baik-baik saja.

Pemilu adalah pemilihan dan pendelegasian rakyat untuk memilih calon perwakilan untuk menyuarakan aspirasi, harapan-harapan, kesejahteraan dan keadilan rakyat, namun bila proses pemilihan diindikasi permainan politik uang, bagaimana rakyat sebagai pemilih, memilih perwakilannya yang layak, cakap, mumpuni dan menyuarakan aspirasi mereka?. Akan menjadi sia-sia pemilu yang hanya tetap seremonial saja dan melahirkan produk pemilu yang tidak berkualitas, tidak ada perubahan malah akan melanggengkan korupsi dan pemerintahan yang korup.