TAMIANG DALAM BAYANG EKOLOGI YANG RETAK; Suara Nasir Djamil dan Sayed Zainal

Senin, 8 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kampung Kampung yang hilang di Peta.

Kampung Kampung yang hilang di Peta.

RTRW lama tidak lagi mampu menjawab situasi yang berubah drastis. Izin-izin diberikan tanpa kalkulasi risiko jangka panjang.

Nasir menyoroti tiga hal krusial;

Zona Larangan dan Zona Lindung;

Area hulu yang seharusnya steril dari pembukaan lahan justru dipenuhi jalan-jalan baru, land clearing, dan garapan sawit.

HGU Sawit yang Melebihi Batas;

Banyak perusahaan memegang Hak Guna Usaha (HGU) yang melampaui izin, bahkan memasuki jalur hijau sungai.

BACA JUGA...  Tri Astuti : Disabilitas Bukan Kaum Marginal

“Kelebihan HGU harus dikembalikan. Itu hak negara, bukan hak korporasi.”

Penataan Kembali Ruang Ekonomi dan Pemukiman.

DESA-desa yang berulang kali terendam harus dipindahkan melalui mekanisme relokasi humanis—bukan sekadar memindahkan rumah, tetapi memindahkan masa depan.

AIR BAH YANG DISEBUT ‘SUMPAH EKOLOGIS’

MENURUT Sayed Zainal, air bah ini bukan peristiwa mendadak, melainkan semacam “sumpah ekologis”—balasan alam atas kerusakan yang terus dibiarkan.

BACA JUGA...  Penyebab, Gejala dan Penyembuhan Virus Corona

“Ini bukan bencana alam, ini bencana ulah manusia. Dan kita sudah memintanya sejak lama.”

Dalam narasi investigatifnya, Sayed membongkar bagaimana; Jalan-jalan logging membuka jalur-longsor.

Kanal-kanal sawit memotong koridor air alami. Tambang galian C mengikis bantaran sungai. Pembukaan lahan liar di perbukitan menghilangkan akar yang menahan tanah.

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Usai menyerahkan kursi roda, Bunda Salma berbincang-bincang dengan Samsuddin Pasaribu salah warga yang sakit lumpuh di Gampong Samakurok, Selasa, (22/9).

PEMERINTAHAN

Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:15 WIB

FEATURE

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:36 WIB

Buaya kembali muncul di sungai perkampungan Kedai Padang Kluet Utara dan Pasie Merapat Kluet Selatan, foto : mediaaceh.co.id

PEMERINTAHAN

Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan

Selasa, 22 Sep 2026 - 07:42 WIB

Badan Jalan Kabupaten lintasan pegunungan Gunung Sekorong Kluet Timur Aceh Selatan tanpa fasilitas drainase dan rawan  longsor sehingga warga dihantui was-was.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Senin, 21 Sep 2026 - 19:46 WIB