Sulit Bagi Petugas Memberantas Penyelundupan di Sabang  

Senin, 1 Mei 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sabang, AP-Bagaimana pun ketatnya petugas Bea dan Cukai Sabang, melakukan pencegahan, antisapasi dan mengintai agar tidak terjadi penyuludupan barang-barang asal luar negeri yang masuk ke Sabang, tetap saja ada celah yang dilakukan mafia dilapangan.
 
Apapun bentuk barang asal luar negeri yang bebas masuk ke Sabang, sulit untuk dicegah terhadap pelaku penyuludupan. Pasalnya, para mafia yang bermain dilapangan kerap mengedepan nama masyarakat, untuk memuluskan penyuludupan ke kawasan pabean.
 
Para mafia tidak pernah kapok meskipun sudah berulang kali, tertangkap barang yang hendak diseludupkan ke daratan Aceh (pabean). Karena, keuntungan yang didapat setiap lolos dari petugas keamanan sangat menjanjikan. Maka, dengan bermacam cara diusahakan barang-barang impor yang ada di Sabang, bisa dibawa ke daratan Aceh.
 
Biasanya barang-barang impor yang kerap diseludupkan antara lain gula pasir, bawang merah, bawang putih, rokok dan beras ketan. Barang-barang tersebut bisa menguntungkan yang luar biasa bagi pelaku, sehingga tak heran para mafia kini hidup mewah.
 
Jika saja aturan sesuai Undang-Undang Nomor 37 tahun 2000 diberlakukan, apapun barang asal luar negeri yang masuk ke Sabang, dapat dikeluarkan ke kawasan pabean, dengan berpegang pada ketentuan yang berlaku. Sehingga segenap masyarakat Sabang dapat merasakan manis Free Port Sabang.
 
Selama ini, barang luar negeri yang masuk ke Sabang hanya segelincir orang yang menikmati, sementara masyarakat Sabang secara umum hanya menonton. Padahal, Sabang hanya 18 Gampong dan 2 Kecamatan, namun belum ada dampak dari pelabuhan bebas, itu ulah pelaku yang selalu menjual nama rakyat Sabang.
 
Beberapa hari lalu petugas kantor pelayanan Bea dan Cukai Sabang, berhasil mengamankan 30 karung beras ketan yang hendak diseludupkan ke daratan Aceh. beras ketan tersebut didapt dalam kapal Ferry KMP BRR, namun pihak petugas Be dan Cukai tidak mengetahui siapa pemiliknya.
 
Hal seperti itu sudah menjadi lazim dilapangan, jika petugas menangkap barang yang hendak seludupkan, kerap tidak ada yang mengaku bahwa barang tersebut ada pemiliknya. Pun demikian, tetap saja hal-hal semacam itu terus terjadi.(jalal)
BACA JUGA...  Ibu Rumah Tangga Pun Kerja Keras Sukses Sail Sabang

Berita Terkait

Pinjam Scoopy Teman, Pria di Aceh Besar Malah Gadaikan Rp6 Juta
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
Polresta Banda Aceh Usut Laporan Dugaan Pelecehan Seksual di Bugar Refleksi
Anggota PWI Aceh Tenggara Polisikan Pemilik Akun Facebook Muhamad Saleh Selian
Jangan Tangkap dan Tahan, Praktisi Hukum: Kasih Tau Keluarga 
Tiga Residivis Kembali Ditangkap 
Misteri Mandeknya Pidana Lingkungan
Sempat Buron Hampir Setahun, Terpidana Penelantaran Anak Akhirnya Dieksekusi Kejaksaan

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:28 WIB

Pinjam Scoopy Teman, Pria di Aceh Besar Malah Gadaikan Rp6 Juta

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 19:22 WIB

Polresta Banda Aceh Usut Laporan Dugaan Pelecehan Seksual di Bugar Refleksi

Jumat, 4 September 2026 - 17:09 WIB

Anggota PWI Aceh Tenggara Polisikan Pemilik Akun Facebook Muhamad Saleh Selian

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:52 WIB

Jangan Tangkap dan Tahan, Praktisi Hukum: Kasih Tau Keluarga 

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Wagub Aceh Raih Penghargaan Penguat Ekonomi Syariah

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:34 WIB

RAGAM BERITA

35 Peserta Muda Berebut Tiket Bintang Radio Nasional

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:59 WIB