Pendampingan Dinilai Belum Optimal
BUPATI menilai salah satu kendala utama lambatnya realisasi bantuan berada pada keterbatasan tenaga pendamping di lapangan.
Menurutnya, jumlah pendamping yang tersedia saat ini belum sebanding dengan banyaknya warga terdampak yang harus diverifikasi dan didampingi dalam proses administrasi pencairan bantuan.
“Pendamping untuk korban terdampak di tiap desa hanya tiga orang sehingga belum optimal dalam memberikan pendampingan. Karena itu, dalam rapat diputuskan jumlah pendamping akan ditambah agar bantuan dari pemerintah pusat bisa segera direalisasikan kepada masyarakat,” tegas Armia Pahmi.
Pemerintah daerah berharap penambahan tenaga pendamping dapat mempercepat proses verifikasi, validasi data, hingga pencairan bantuan stimulan kepada masyarakat terdampak.
Huntap Jadi Prioritas Pemulihan
SELAIN persoalan bantuan stimulan, pembangunan hunian tetap menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam masa perpanjangan status tanggap darurat ini.
Pemerintah menilai, relokasi dan pembangunan huntap merupakan langkah penting untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan layak, terutama bagi warga yang kehilangan rumah akibat terjangan banjir bandang.




