Wajahnya sering wara wiri di halaman media massa baik cetak maupun online. Beberapa jabatan strategis pun dipercaya padanya, seperti anggota badan anggaran, anggota badan legislasi dan wakil ketua komisi D DPRK Aceh Selatan.
Dalam kegiatan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, alumni pasca sarjana USK ini juga terlihat sangat aktif.
Sebut saja, HKTI, HIPMI, GNTI dan pernah menjadi ketua DPD II KNPI Aceh Selatan periode 2016-2019.
Begitupun, dalam dua tulis menulis, kandidat Doktor Ilmu Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, juga sangat talenta.
Tulisan ilmiah populernya saja, beberapa kali dimuat di media massa ternama di Aceh.
Karya tulisnya dimuat di Harian serambi Indonesia dengan judul, “Melanjutkan Perdamaian Aceh (edisi 17 Juli 2011), Menakar Politik Kaum Muda (edisi 7 Februari 2012), dan beberapa lainnya.
Singkat kata, pria yang tergolong masih muda ini memiliki kemampuan menulis, kalaupun tidak disebut luar biasa.
Dalam sepak terjang politik, dia juga tidak selalu beruntung. Buktinya, pada pemilu 2019, Alja Yusnadi gagal melanjutkan tugasnya di DPRK pada periode dua, meskipun meraih suara yang sangat signifikan.
Dia tidak patah arang, tetapi bangkit dengan percaya diri dengan mengabdi sebagai tenaga pengajar di Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon.




