SEKOLAH TANPA DINDING, BELAJAR TANPA MENYERAH

Minggu, 4 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Tanpa Dinding, Belajar Tanpa Menyerah.

Sekolah Tanpa Dinding, Belajar Tanpa Menyerah.

Anak-anak dipersilakan menggunakan pakaian sopan dan rapi sesuai kondisi yang mereka miliki. Kebijakan ini menegaskan sikap pemerintah daerah bahwa simbol formal tidak boleh mengalahkan empati.

“Tidak mesti pakai seragam, sebab hari ini mereka semua penyintas,”

Menjadi garis kebijakan yang kemudian diterjemahkan langsung di lapangan.

JAM BELAJAR, KURIKULUM, DAN METODE YANG LENTUR

BACA JUGA...  Paru Yogi Pratama Digergoti Tuberculosis

DINAS Pendidikan juga memberikan kelonggaran penuh terhadap; jam pembelajaran, metode belajar, dan pengelolaan kurikulum.

Jam belajar dapat disesuaikan dengan kondisi siswa, keterbatasan air bersih, sarana prasarana, serta akses transportasi pascabencana.

Sekolah tetap mengacu pada kurikulum nasional, namun diperkenankan menyesuaikan secara mandiri.

Prioritas pembelajaran diarahkan pada; pemulihan psikososial, kesehatan dan keselamatan diri, edukasi mitigasi bencana, penguatan literasi dan numerasi.

Pembelajaran bisa dilakukan melalui tatap muka terbatas, pembelajaran mandiri, atau kombinasi keduanya

BACA JUGA...  Relawan Pendidikan Bergerak, Aceh Tamiang Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah Pascabencana

BELAJAR DI LANTAI, ASAL TIDAK BERHENTI

BAGI sekolah yang bangunannya tidak rusak berat, Dinas Pendidikan meminta agar gedung dibersihkan dan difungsikan, meski tanpa meja dan kursi.

Anak-anak boleh belajar; duduk di lantai, beralas terpal, papan, atau alas seadanya. Pesan kebijakannya jelas; ketiadaan fasilitas tidak boleh menghentikan proses belajar.

Berita Terkait

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Aceh dan Janji yang Belum Tuntas
Menjemput Hak Warga di Jakarta

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Hardikda 2026, Aceh Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan

Rabu, 2 Sep 2026 - 14:50 WIB

OPINI

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 2 Sep 2026 - 13:07 WIB

PEMERINTAHAN

Bank Aceh Salurkan Zakat Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 07:47 WIB

KESEHATAN

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:47 WIB

PEMERINTAHAN

Musriadi: Masa Muda Adalah Waktu Menanam Masa Depan

Senin, 31 Agu 2026 - 22:07 WIB