Tentu masalah penumpukan sampah ini juga terjadi di berbagai kecamatan lain dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar. Pada hari biasa produksi sampah di Kabupaten Aceh Besar mencapai 50 ton per harinya. Tinggi produksi sampah itu mayoritas berasal dari sampah rumah tangga.
Begitu besar produksi sampah, dan butuh sarana prasarana yang memadai, dengan wilayah yang begitu besar, sudah barang pasti setiap hari Dinas Lingkungan Hidup harus menggangkut sampah 30 truk untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir.
Begitu juga saat bulan Ramadhan ini, sudah pasti produksi sampah terjadi peningkatan, kami mendesak Dinas Lingkungan Hidup jangan menunggu keluhan masyarakat, namun seharusnya sampah yang sudah lama menumpuk untuk diangkut segera dan dibuang ke TPA.
Komitmen pemerintah Aceh Besar untuk penyelesaian masalah sampah kita hargai, namun harus dibarengi dengan bukti penangulangan sampah yang baik, dan sampahnya tidak menumpuk baru diangkut.
Penumpukan sampah di jalan terjadi, akibat tidak adanya bak sampah, sehingga sampah rumah tangga dan sampah pedangang di buang dipingir jalan. Persoalan sampah di Gampong sudah ditangani oleh gampong, dengan membentuk tim pengumpul sampah dengan dibebankan iuran setiap bulanannya.




