Masalah sampah di Kabupaten Aceh Besar sepertinya belum selesai, terlihat beberapa titik dalam beberapa Kecamatan terjadi penumpukan sangat senifikan. Sebagai contoh, jalan Makam Teuku Nyak Arif Kecamatan Krueng Barona Jaya, penumpukan sampah di pinggir jalan sangat terganggu pengguna jalan, ditambah rasa bau tidak sedap, tentu akan berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar dan juga bisa terjadi kecelakaaan pengguna jalan, karena banyak sampah sudah menyebar diatas jalan.
Sampah-sampah yang di buang masyarakat bercampur, sampah rumah tangga, juga sampah pedagang. Biasanya truk sampah Pemkab Aceh Besar, dalam seminggu ada dua sampai tiga kali di anggkut untuk di bawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun sudah dua minggu sampai saat ini sampah tersebut terus menumpuk dan bertambah banyak, hingga mengganggu pengguna jalan dan masyarakat sekitar.
Tentu masalah penumpukan sampah ini juga terjadi di berbagai kecamatan lain dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar. Pada hari biasa produksi sampah di Kabupaten Aceh Besar mencapai 50 ton per harinya. Tinggi produksi sampah itu mayoritas berasal dari sampah rumah tangga.
Begitu besar produksi sampah, dan butuh sarana prasarana yang memadai, dengan wilayah yang begitu besar, sudah barang pasti setiap hari Dinas Lingkungan Hidup harus menggangkut sampah 30 truk untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir.




