Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Al-Qur’an bukanlah kitab yang berdiri sendiri, melainkan petunjuk hidup yang lengkap. Hal ini diperjelas oleh Surah An-Nahl ayat 44, yang memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan apa yang diturunkan kepadanya kepada manusia.
Menurutnya, Al-Qur’an merupakan kitab yang lengkap sebagai petunjuk untuk menjalani kehidupan, termasuk dalam menghadapi tantangan di era transformasi digital saat ini.
”Ayat-ayat petunjuk Al-Qur’an merupakan isyarat yang dapat menjadikan hidup kita bermartabat,” kata Prof. Said Aqil Husin.
Ia menutup paparannya dengan sebuah penegasan yang menjadi inti pesan utamanya bagi masyarakat Aceh.
”Jika Aceh ingin bermartabat, maka bumikanlah Al-Qur’an,” pungkas Said Aqil Husin, menyerukan agar nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dihafal, tetapi benar-benar diamalkan dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara.(TM)




