​Said Aqil Husin: Bumi-kan Al-Qur’an, Bangun Aceh Bermartabat di Era Digital

Selasa, 4 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE JAYA | MA Provinsi Aceh, yang dikenal sebagai daerah syariat Islam, didorong untuk menginternalisasi nilai-nilai Al-Qur’an secara mendalam guna mewujudkan Aceh yang bermartabat di tengah arus deras transformasi digital.

Seruan ini disampaikan oleh Prof. Dr. H. Said Aqil Husin Al Munawarah, MA., dalam Seminar Al-Qur’an pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke-XXXVII di Pidie Jaya.

BACA JUGA...  Sebanyak 12:Cabang MTQ XXXVI Aceh Selatan Berhasil Masuk Final

​Seminar tersebut berlangsung khidmat di Aula Cot Trieng Kantor Bupati Pidie Jaya pada Selasa, 4 November 2025, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan utama MTQ.

​Dalam paparannya, Prof. Said Aqil Husin menekankan keluasan ilmu yang terkandung dalam kitab suci umat Islam. Ia mengutip Surah Al-Kahfi ayat 109 sebagai gambaran tak terbatasnya kandungan ilmu Al-Qur’an.

BACA JUGA...  BPKA Menyelenggarakan Ujian Sertifikasi Bendahara Tahun Anggaran 2023

​”Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula),” jelasnya mengutip terjemahan ayat tersebut.

​Untuk dapat memahami lautan ilmu ini, Prof. Said Aqil menjelaskan, diperlukan penguasaan ilmu yang luas. “Untuk memahami Al-Qur’an, dibutuhkan banyak ilmu, paling tidak 47 cabang ilmu agar kita dapat memahami maknanya secara komprehensif,” ujarnya.

BACA JUGA...  96 Tenaga Kontrak Terima SK Tahun 2023, Ini Pesan Kadisbudpar Aceh

Berita Terkait

Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian
KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:30 WIB

Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang

Minggu, 6 September 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membaca pesan dan pidato pada Milad Samudra Pasai dan Aceh Utara ke-800 tahun

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Serukan Menjaga Amanah Indatu

Senin, 7 Sep 2026 - 20:31 WIB

PEMERINTAHAN

Pidie Jaya Cetak Ratusan Wirausaha Lewat TMT Batch IX 

Senin, 7 Sep 2026 - 19:50 WIB

HUKOM

Polisi Bongkar Aksi Bobol Dua Rumah Kajhu

Senin, 7 Sep 2026 - 19:03 WIB

NANGGROE

Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang

Senin, 7 Sep 2026 - 14:30 WIB