PIDIE JAYA | MA — Provinsi Aceh, yang dikenal sebagai daerah syariat Islam, didorong untuk menginternalisasi nilai-nilai Al-Qur’an secara mendalam guna mewujudkan Aceh yang bermartabat di tengah arus deras transformasi digital.
Seruan ini disampaikan oleh Prof. Dr. H. Said Aqil Husin Al Munawarah, MA., dalam Seminar Al-Qur’an pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke-XXXVII di Pidie Jaya.
Seminar tersebut berlangsung khidmat di Aula Cot Trieng Kantor Bupati Pidie Jaya pada Selasa, 4 November 2025, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan utama MTQ.
Dalam paparannya, Prof. Said Aqil Husin menekankan keluasan ilmu yang terkandung dalam kitab suci umat Islam. Ia mengutip Surah Al-Kahfi ayat 109 sebagai gambaran tak terbatasnya kandungan ilmu Al-Qur’an.
”Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula),” jelasnya mengutip terjemahan ayat tersebut.
Untuk dapat memahami lautan ilmu ini, Prof. Said Aqil menjelaskan, diperlukan penguasaan ilmu yang luas. “Untuk memahami Al-Qur’an, dibutuhkan banyak ilmu, paling tidak 47 cabang ilmu agar kita dapat memahami maknanya secara komprehensif,” ujarnya.



