SAAT TANGAN BISNIS MENJADI ULURAN KEMANUSIAAN

Jumat, 12 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bantuan kemanusiaan

Bantuan kemanusiaan

“Bantuan kami memang tidak seberapa dibandingkan penderitaan yang mereka alami. Banyak di antara warga kehilangan anak, orang tua, ibu, bapak, dan harta benda. Tapi kami hadir untuk meringankan beban itu, agar mereka bisa bertahan menjalani hidup sementara di penampungan dan tenda darurat.”

[Ir. Ridwan, Perwakilan PT Bahari Lestari Group & CV Akila]

  • Kisah PT Bahari Lestari & CV Akila di Tengah Luka Aceh Tamiang
BACA JUGA...  Lembaga Wali Nanggroe Turunkan Relawan ke Aceh Tamiang

HARI-HARI setelah Bencana Ekologi Meteorologi meratakan Aceh Tamiang menjadi seperti potret gelap dari sebuah kabupaten yang kehilangan denyutnya.

Lumpur kecokelatan bercampur tumpukan log kayu menjelma arus maut pada 26 November 2025, menumbangkan rumah, menghancurkan jalan, menenggelamkan kampung, dan merampas nyawa orang-orang yang dicintai.

Selama sepuluh hari, dari 26 November hingga 5 Desember, Kualasimpang—yang biasanya hiruk pikuk sebagai ibukota—berubah menjadi kota mati. Warga menyebutnya kota zombie.

BACA JUGA...  Data Lamban, Derita Korban Banjir Makin Berat, Kepala Daerah Harus Bertanggung Jawab

Bukan karena kisah fiksi, tetapi karena ribuan orang berjalan tertatih dengan tubuh berlumur lumpur, mencari air, mencari makanan, mencari tanda-tanda hidup.

PLN padam. Telkom runtuh. Rumah sakit tidak berfungsi. Pemerintahan lumpuh total. Malam-malam yang gelap seperti menelan seluruh harapan. Banyak warga terpaksa memungut makanan yang hanyut dari ruko-ruko yang jebol.

BACA JUGA...  Lalu Lintas Aceh – Sumut Lumpuh Dua Puluh Lima Jam, Macet Sepanjang 40 Kilometer

Berita Terkait

Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI
Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya
Dari Makam Pahlawan, Aceh Tamiang Merawat Ingatan Perjuangan
Doa Dan Merah Putih: Ikhtiar Korem 011/lilawangsa Merawat Nasionalisme di Tanah Rencong
Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional
Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir
PMI Perkuat Pemulihan Air Bersih Aceh Tamiang, Bupati Armia Pahmi: Solidaritas Kemanusiaan yang Menghidupkan Harapan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Dari Makam Pahlawan, Aceh Tamiang Merawat Ingatan Perjuangan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Doa Dan Merah Putih: Ikhtiar Korem 011/lilawangsa Merawat Nasionalisme di Tanah Rencong

Berita Terbaru

EKBIS

Zurich Perkuat Layanan, Resmikan Kantor Baru di Batam

Jumat, 21 Agu 2026 - 17:56 WIB

NEWS FEATURE

Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN

Jumat, 21 Agu 2026 - 11:40 WIB

FEATURE

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:29 WIB

Sekdakab Asel Diva Samudra Putra berbincang dengan Asisten dan pemateri Rakor di Aula Dinas Pariwisata Jalan T. Ben Mahmud Tapaktuan, Kamis, (20/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Satu Data, Sasaran Nyata

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:04 WIB