Di tengah keputusasaan itu, setiap bantuan terasa seperti cahaya kecil yang menyalakan kembali tenaga untuk bertahan hidup.
Ketika Korporasi Turun Tangan
DI KECAMATAN Sungaiyu, salah satu wilayah paling terdampak, bantuan datang dari PT Bahari Lestari Group bersama CV Akila. Kedua perusahaan ini tidak membawa spanduk atau seremoni besar. Mereka hanya hadir dengan paket sembako dan niat sederhana; menolong.
Ir. Ridwan, yang mewakili kedua perusahaan, terlihat mondar-mandir membantu proses penyaluran. Bajunya basah, sepatunya penuh lumpur, tapi wajahnya menahan getir ketika melihat langsung kondisi pengungsi.
Ia mengakui, di hadapan kehancuran sebesar ini, bantuan sembako yang dibawa mungkin sangat kecil. Namun ia menegaskan, kehadiran mereka adalah bentuk tanggung jawab sosial—dan lebih dari itu, bentuk solidaritas kemanusiaan.
Isi Bantuan dan Alasan Mereka Hadir
BANTUAN yang dibawa meliputi; Beras, Minyak goreng, Telur, Gula, Mie instan, Roti kering dan Susu.
Sembako yang sederhana, tetapi di situasi ini, menjadi sumber daya untuk bertahan hidup.
Ridwan menyampaikan bahwa bantuan ini khusus difokuskan bagi masyarakat Sungaiyu yang kehilangan begitu banyak.
“Bantuan kami memang tidak seberapa dibandingkan penderitaan yang mereka alami. Banyak di antara warga kehilangan anak, orang tua, ibu, bapak, dan harta benda. Tapi kami hadir untuk meringankan beban itu, agar mereka bisa bertahan menjalani hidup sementara di penampungan dan tenda darurat.”
“Di lingkungan perusahaan, bantuan sosial bukan pilihan, tapi kewajiban. Harus berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat, terutama di saat seperti ini.”
Menjahit Ulang Rasa Aman
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya














