DI POSKO Sungaiyu, tenda-tenda pengungsian mengambil ruang yang sempit tetapi diisi dengan kisah luas tentang kehilangan. Anak-anak duduk memeluk selimut tipis, orang tua menatap kosong ke arah jalan yang dulu mereka lalui setiap pagi.
Ketika truk bantuan PT Bahari Lestari dan CV Akila memasuki area itu, beberapa warga terlihat menahan haru. Bukan hanya karena menerima bantuan makanan, tetapi karena mereka merasa tidak ditinggalkan.
Ada pihak luar yang masih peduli, yang masih memandang mereka bukan sebagai angka korban, melainkan sebagai manusia yang harus diselamatkan martabatnya.
Solidaritas yang Membentuk Harapan
DI TENGAH tragedi yang menguji batas kemanusiaan, tindakan PT Bahari Lestari Group dan CV Akila memperlihatkan bahwa sektor usaha bisa menjadi bagian penting dari rantai pemulihan sosial.
Bahwa bisnis bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang memastikan masyarakat di sekitarnya tetap memiliki dasar untuk bangkit.
Bantuan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang Aceh Tamiang menuju pemulihan. Sebuah perjalanan yang membutuhkan lebih banyak tangan, lebih banyak empati, dan lebih banyak aksi nyata.
Dari Lumpur Menuju Cahaya
ACEH TAMIANG pernah tenggelam dalam gelap. Namun setiap uluran tangan—baik dari pemerintah, warga, maupun dunia usaha—adalah lilin kecil yang perlahan menembus malam.




