Saat Pencambukan, Illiza Diminta Jangan Banyak Bicara Lagi

Sabtu, 10 September 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku mesum dicambuk di Lamdingin, Banda Aceh, Jum'at (9/9). Foto: Azwar|APC
Pelaku mesum dicambuk di Lamdingin, Banda Aceh, Jum’at (9/9). Foto: Azwar|APC

Banda Aceh | AP-Walikota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal mengaku pernah diminta oleh salah seorang untuk tidak banyak bicara dalam acara pencambukan (Uqubat) bagi pelaku mesum yang dinilai melanggar syariat Islam, di Lamdingin, Jum’at 9 September 2016.

“Bek le that peugah haba le, bek peupanyang, ne cambuk laju yang peuget mesum. (Bu jangan banyak bicara lagi, jangan diperpanjang lagi, cambuk terus,” ujar politisi PPP itu mengutip permintaan seorang pengunjung.

BACA JUGA...  Lima Terpidana Judi Online dan Khalwat Dieksekusi Cambuk di Aceh Timur

Menurut perempuan yang kembali maju di Pilwalkot Banda Aceh tahun depan ini, hukuman cambuk bukanlah sesuatu yang harus dipertontonkan dan melihat kehinaanpara pelaku. Dia meminta para pengujung untuk instropeksi dan menjaga diri dan keluarga dari perbuatan yang tidak diridhai Allah.

“Cambuk ini adalah gerbang menuju pintu tobat, karena Rasulullah sangat menyukai orang-orang yang mau bertobat,” kata Illiza mengingatkan para pengunujung yang ingin menonton pencambukan itu.

BACA JUGA...  Dua Kali Mangkir Sidang PTUN, Lahan Parkir RSUDZA Dikuasai Perusahaan Asal Jakarta

Untuk itu Illiza sangat menyakini bahwa seluruh yang hadir di acara itu pernah melakukan dosa dan kesalahan, namun kata Illiza, para pengunjung masih beruntung karena aibnya masih ditutupi oleh Allah SWT.

“Jadi acara pencambukan ini adalah syiar dan kepada pelaku harus memanfaatkan kejadian ini dengan ikhlas menuju pintu ampunan Allah,” ujarnya.

Kepada pengunjung, Illiza mengingatkan jangan menjadikan ajang pencambukan sebagai tontonan aib orang lain, namun harus bersyukur karena tidak termasuk orang-orang yang ikut dicambuk.”Ini adalah dakwah bukan tontonan,” tegasnya.

BACA JUGA...  Gubernur Aceh: Pelaksanaan Hukuman Cambuk Terbuka Untuk Umum

Menjelang akhir pidatonya, Walikota berusia muda itu sempat marah dan mengusir anak-anak yang ada di lokasi dan menyaksikan acara pencambukan.

“Ini bukan tontonan. Aneuk miet tren, nekalon le droeneh manteng, aneuk neupeuerunoe di rumoh. [anak-anak turun, cukup orang tua saja yang menonton dan anak-anak diajarin saja dirumah saja,” pinta Illiza dengan nada tinggi. [MU|Azwar]

Berita Terkait

Cot Ba’u Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya
Anggota Polri Ditemukan Meninggal di Aceh Barat 
Jangan Tangkap dan Tahan, Praktisi Hukum: Kasih Tau Keluarga 
Tiga Residivis Kembali Ditangkap 
Misteri Mandeknya Pidana Lingkungan
Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 
Muhammad Saleh: Pak Presiden Prabowo Evaluasi Pejabat di Aceh 
Pernyataan JK soal Kericuhan Aceh Dibantah, Faisal: Masyarakat Kecewa MoU Tak Tuntas
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Cot Ba’u Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Anggota Polri Ditemukan Meninggal di Aceh Barat 

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:52 WIB

Jangan Tangkap dan Tahan, Praktisi Hukum: Kasih Tau Keluarga 

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Tiga Residivis Kembali Ditangkap 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Misteri Mandeknya Pidana Lingkungan

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Jamah MTH Hadiri Milad Ke-13 dan Haul Ke-4 Alm Rizky Adiguna 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:50 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Kumpulkan Pihak Perusahaan 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:42 WIB

Pembangunan Masjid Babul Khairat di Kampung Suka Damai, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

RAGAM BERITA

Masjid : Butuh Uluran Tangan Dermawan

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:45 WIB