SAAT AIR TAK LAGI JINAK

Senin, 15 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sayed Zainal M, SH. Direktur Eksekutif LembAHtari. Di Pesantren Darul Mukhlisin Tanjung Karang Aceh Tamiang.

Sayed Zainal M, SH. Direktur Eksekutif LembAHtari. Di Pesantren Darul Mukhlisin Tanjung Karang Aceh Tamiang.

Menurutnya, setiap kali air bah turun dari hulu, selalu ada pola yang sama; lumpur pekat, kayu gelondongan, dan sedimentasi berat yang mengendap di pemukiman warga.

“Ini bukan kejadian yang berdiri sendiri. Polanya berulang. Ketika air membawa kayu dan lumpur dalam jumlah besar, itu menandakan ada degradasi ekosistem serius di hulu sungai,” kata Sayed kepada media ini, Senin, 15 Desember 2025.

HULU YANG TERLUKA, HILIR YANG MENANGGUNG DERITA

BACA JUGA...  KPA Tantang DPRA Sahkan Bendera Alam Peudeung

ACEH TAMIANG dikenal sebagai wilayah dengan bentang alam yang kaya: hutan, sungai, dan daerah aliran sungai (DAS) yang seharusnya menjadi penyangga kehidupan.

Namun dalam dua dekade terakhir, lanskap itu berubah drastis. Ekspansi perkebunan skala besar, terutama kelapa sawit, merangsek ke wilayah yang sebelumnya berfungsi sebagai kawasan resapan air.

LembAHtari mencatat bahwa banyak kebun yang kini berdiri di zona rawan, bahkan mendekati kawasan hutan lindung dan sempadan sungai.

BACA JUGA...  Dandim 0207/Sml Terima Kunjungan Tim Wasev TMMD Ke-102 Kodam I/BB

Ketika hujan ekstrem terjadi, air kehilangan ruang untuk meresap. Sungai yang menyempit dan dangkal tak lagi mampu menampung debit air, lalu meluap dengan daya rusak yang mematikan.

Di beberapa kampung terdampak, warga mengaku setiap musim hujan selalu dihantui kecemasan. Mereka tidak lagi bertanya “apakah banjir akan datang”, melainkan “seberapa parah banjir kali ini”. Rumah-rumah yang dibangun di bantaran sungai menjadi saksi bisu perubahan lingkungan yang tak terkendali.

BACA JUGA...  ‘Oportunis’ Syahwat Sekda Aceh Tamiang

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14 WIB

Wakil Bupati Asel H. Baital Mukadis bersama Dandim 0207/Asel Andrino Lubis memberikan motivasi kepada petugas agar penanganan longsor lebih cepat dan sempurna.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:09 WIB