Abrasi Kian Parah, Pemkab Aceh Utara Siapkan Usulan Tanggul Laut ke Pemerintah Pusat

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa) saat berinteraksi dengan masyarakat yang terdampak bencana rob atau abrasi pantai di Lhok Pu'uk, Kecamatan Seunuddon, Ahad, (17/5).

LHOKSUKON | MA —  Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., M.M atau yang akrab disapa Ayah Wa meninjau langsung dampak banjir rob dan abrasi di sejumlah wilayah pesisir pantai di Aceh Utara akibat gelombang pasang purnama air laut dan cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Ayah Wa melihat secara langsung kondisi permukiman warga, hunian sementara (huntara), badan jalan, hingga area persawahan yang terdampak terjangan air laut dan abrasi pantai yang semakin parah.

BACA JUGA...  Gunung Sekorong Dirambah, Negara Absen? Dugaan Pengusaha Sawit Bermain di Lereng Terlarang

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, banjir rob dan abrasi masih merendam sejumlah kawasan pesisir di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Lapang, wilayah yang terdampak meliputi Gampong Kuala Cangkoi, Kuala Keureutoe, dan Matang Tunong. Sementara di Kecamatan Seunuddon, genangan dan abrasi terjadi di Gampong Lhok Puuk.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Utara Lantik 222 Pejabat Eselon IV Menjadi Pejabat Fungsional

Selain itu, dampak banjir rob juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Samudera, tepatnya di Gampong Sawang dan Blang Nibong. Kondisi paling parah dilaporkan terjadi di Kecamatan Muara Batu yang menyebabkan kerusakan lahan pertanian serta mengancam permukiman warga.

Sedangkan di Kecamatan Muara Batu, banjir rob terus menggerus bibir pantai dan merusak fasilitas masyarakat. Dampak serupa juga terjadi di Kecamatan Muara Baru, tepatnya di Gampong Cot Seurani dan Bungkaih, serta di Kecamatan Dewantara meliputi Gampong Geulumpang Sulu Timur dan Bluka Teubai.