Abrasi Kian Parah, Pemkab Aceh Utara Siapkan Usulan Tanggul Laut ke Pemerintah Pusat

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa) saat berinteraksi dengan masyarakat yang terdampak bencana rob atau abrasi pantai di Lhok Pu'uk, Kecamatan Seunuddon, Ahad, (17/5).

LHOKSUKON | MA —  Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., M.M atau yang akrab disapa Ayah Wa meninjau langsung dampak banjir rob dan abrasi di sejumlah wilayah pesisir pantai di Aceh Utara akibat gelombang pasang purnama air laut dan cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Ayah Wa melihat secara langsung kondisi permukiman warga, hunian sementara (huntara), badan jalan, hingga area persawahan yang terdampak terjangan air laut dan abrasi pantai yang semakin parah.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Utara Resmikan Expo UMKM untuk Semarakkan PON XXI 

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, banjir rob dan abrasi masih merendam sejumlah kawasan pesisir di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Lapang, wilayah yang terdampak meliputi Gampong Kuala Cangkoi, Kuala Keureutoe, dan Matang Tunong. Sementara di Kecamatan Seunuddon, genangan dan abrasi terjadi di Gampong Lhok Puuk.

BACA JUGA...  BAS Raih Penghargaan Bergengsi di 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026, Fadhil Ilyas Dinobatkan Sebagai Best CEO

Selain itu, dampak banjir rob juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Samudera, tepatnya di Gampong Sawang dan Blang Nibong. Kondisi paling parah dilaporkan terjadi di Kecamatan Muara Batu yang menyebabkan kerusakan lahan pertanian serta mengancam permukiman warga.

Sedangkan di Kecamatan Muara Batu, banjir rob terus menggerus bibir pantai dan merusak fasilitas masyarakat. Dampak serupa juga terjadi di Kecamatan Muara Baru, tepatnya di Gampong Cot Seurani dan Bungkaih, serta di Kecamatan Dewantara meliputi Gampong Geulumpang Sulu Timur dan Bluka Teubai.