TAPAKTUAN | MA — Persediaan obat di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan Aceh Selatan, belakangan ini, dilaporkan, sering kosong atau setidaknya rumah sakit pemerintah itu sedang mengalami krisis obat yang serius.
Menurut keterangan, obat-obatan vital yang diperuntukkan bagi penyembuhan penyakit kronis dan penanganan emergensi juga kosong dan sama sekali tidak tersedia lagi.
Fenomena itu, terus berlangsung sejak 3-4 bulan belakangan, menyusul kebijakan Plt. BLUD-RSUD H. Yuliddin Away Tapaktuan dr. Erizaldi yang menghemat pembiayaan pengobatan dan operasional rumah sakit yang sedang krisis keuangan.
Pihak RSUD YA juga mengurangi volume obat dengan hanya menyediakannya yang setara Rp.60.000-Rp.70.000/pasien dari selama ini sebesar Rp.230.000/pasien.
Pengurangan volume obat itu, menurut medis akan mempengaruhi tingkat kesembuhan pasien.
Menurut pengakuan para medis, sejak kepemimpinan Plt. Direktur dr. Erizaldi, RSU sekarang ini sudah banyak membatasi batasi dan mengurangi obat dengan alasan untuk penghematan.
Salah satu contoh, obat antibiotik yang relatif bagus tidak diperkenankan untuk diberikan kepada pasien dan secara otomatis tidak direncanakan lagi untuk disediakan di RSU.
“Hanya akan menambah beban RSU, utang banyak dan sedang mengalami krisis,” kata tenaga kesehatan yang menirukan ucapan Plt. Direktur RSUD YA dr. Erizaldi.




