RSUD-YA Tapaktuan Alami Krisis Obat, Efisiensi yang Korbankan Pasien

Latar depan BLUD RSUD dr H. Yuliddin Away.(Foto/mediaaceh.co.id /istimewa).

Dengan alasan penghematan pula, pasien hanya boleh diberikan obat murah biarpun secara praktis akan mempengaruhi kesembuhan pasien.

Atas kebijakan itu, masyarakat pun kini, mulai mengeluhkan dan  kecewa sehingga membandingkan dengan pemberlakuan pengobatan dengan sebelumnya.

“Mana mungkin obat murah dapat  sejajarkan kualitasnya dengan obat  mahal untuk penyembuhan orang sakit,” kata beberapa keluarga pasien.

BACA JUGA...  Berniat Menyelamatkan Anak, Warga Aceh Selatan Tewas Ditelan Ombak

Dampak dari kebijakan pimpinan BLUD-RSUD YA itu, para pasien  yang berobat terpaksa membeli obat di apotik swasta yang harganya jauh lebih mahal.

Salah seorang tokoh masyarakat Aceh Selatan Teuku Sukandi yang dimintai
tanggapannya atas kebijkan Plt. Direktur RSUD YA Tapaktuan dr. Erizaldi, mengatakan, pihaknya sudah  mendengar keluhan warga setempat.

“Tidak boleh membatasi volume obat, karena pengelolaan BLUD RSUD seluruh Indonesia tidak ada batasan baik jumlah pasien maupun obat-obatan yang di pergunakan untuk kebutuhan dan kesembuhan pasien,” katanya.

BACA JUGA...  Rutin Setiap Tahun Gampong Malaka Kluet Tengah Santuni Anak Yatim 

Menurutnya, semua biaya berobat pasien di RSUD di bayar  penuh dan secara  langsung oleh BPJS setiap bulannya dengan syarat admistrasi tagihan yang diajukan sudah lengkap.

Plt. Direktur RSUD dr H. Yuliddin Away Tapaktuan dr. Erizaldi yang ditanyakan mediaaceh.co.id, via WhatsApp, baru lalu, tidak menanggapinya.