Relawan Pendidikan Bergerak, Aceh Tamiang Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah Pascabencana

SEPRIYANTO menyampaikan apresiasi terhadap Program Relawan Pendidikan yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat PNFI.

Ia menilai program tersebut menjadi momentum penting bagi daerah untuk memperkuat pendataan serta pemadanan data ATS secara lebih terpadu.

Menurut Sepriyanto, penanganan ATS tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar anak-anak yang belum terjangkau pendidikan tidak terus tertinggal.

BACA JUGA...  Partai Politik Bukan Aqidah

Komitmen serupa disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Kabupaten Aceh Tamiang, Sutiyah.

Iya menegaskan kesiapan satuan pendidikan nonformal dalam menerima kembali anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan.

“Sebanyak satu SKB dan 12 PKBM di Tamiang siap menjadi rujukan bagi ATS yang ingin kembali bersekolah,” ujarnya.

Kehadiran layanan pendidikan nonformal dinilai penting karena tidak semua anak memungkinkan kembali ke sekolah formal.

BACA JUGA...  MENJEMPUT LAPAR DI NEGERI YANG TENGGELAM

Sejatinya, layanan pendidikan yang lebih fleksibel dan dekat dengan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses reintegrasi pendidikan.

Organisasi Mitra dan Relawan Turun Langsung ke Lapangan

GERAKAN tersebut turut diperkuat keterlibatan berbagai organisasi mitra, di antaranya Yayasan SalamAid, Dompet Duafa, dan PD Aisyiyah Tamiang.