RAMADAN, NUZULUL QURAN, DAN RUANG REFLEKSI
SAFARI RAMADAN yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menghidupkan kembali semangat kebersamaan dalam suasana bulan suci.
Peringatan Nuzulul Quran memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW diyakini sebagai titik awal hadirnya petunjuk ilahi bagi umat manusia.
Oleh karena itu, setiap peringatan Nuzulul Quran sering dijadikan momentum untuk kembali menelaah nilai-nilai yang terkandung di dalam kitab suci tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Armia Pahmi menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan ritual, melainkan pedoman hidup yang mengajarkan kesabaran, keteguhan, dan keikhlasan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Pesan itu terasa relevan bagi masyarakat Aceh Tamiang yang dalam beberapa waktu terakhir harus berhadapan dengan bencana hidrometeorologi yang berdampak luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi.
MENGINGAT LUKA BENCANA
BENCANA hidrometeorologi yang melanda Aceh Tamiang meninggalkan jejak yang tidak kecil.
Ribuan rumah warga terdampak, aktivitas ekonomi terganggu, dan sebagian masyarakat harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal maupun anggota keluarga.




