Data-data di lapangan menyebut bahwa; Jata, diduga pernah ribut dengan salah satu kepala SKPK, bahkan terjadi disharmoni, karena sikap PJ Sekda diduga bermain dengan kata kasar.
Maju mencontohkan; Jata pernah memiting leher salah satu kepala dinas namun, sudah didamaikan.
Jabatan PJ Sekda yang diemban Jata, pragmatis, memunculkan agitasi di kalangan pemerhati kebijakan pemerintah di Gayo Lues.
Ironis, sejak Jata SE menjabat sebagai PJ Sekda tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sebagai pembina Aparatur Sipil Negara (ASN) di kabupaten Gayo Lues.
Dimana, Jata merestui perbuatan Kepala Dinas Pertanian. Juanda, SH yang menonjobkan dua Kabid di jajarannya. Seyogianya dua Kabid tersebut adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), apalacur, posisi itu diambil alih Kadis pertanian sendiri sebagai Pengguna Anggaran (PA) sekaligus jadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dipayungi SK seolah-olah tidak ada Kabid di dinas tersebut.
“Hal tersebut sudah berjalan setahun, sejak Jata dilantik jadi PJ Sekda. Sebaliknya, melirik ketidakmampuannya tersebut sudah wajar Jika PJ Bupati Gayo Lues sesegera mungkin untuk mencopotnya demi kelangsungan masa kepemimpinan PJ Bupati Gayo Lues setahun ke depannya,” Beber Maju.




