Mandor Menunggu, Negara Bungkam?

Sabtu, 23 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DI BALIK berdirinya fasilitas umum dan proyek penanganan pascabencana di Aceh Tamiang, ada ironi yang kini mulai terasa pahit di tengah masyarakat [para mandor lokal yang mengerjakan pekerjaan di lapangan justru belum menerima bayaran].

Sementara bangunan berdiri. Pekerjaan berjalan. Aktivitas publik kembali normal.

Namun orang-orang yang lebih dahulu mengeluarkan tenaga, modal, bahkan mempertaruhkan nama baiknya kepada tukang dan toko material, justru dibiarkan menggantung tanpa kepastian.

BACA JUGA...  Warga Makin Kagumi Kerja Satgas TMMD ke-102 Kodim 0207/Simalungun

Nama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kini menjadi sorotan. Perusahaan BUMN raksasa itu disebut beralasan bahwa pembayaran kepada mandor belum dapat dilakukan karena Kementerian Pekerjaan Umum belum mencairkan pembayaran kepada pihak perusahaan.

Alasan ini terdengar administratif. Bahkan lazim dalam dunia proyek pemerintah.

Tetapi publik berhak bertanya, apakah seluruh risiko proyek negara memang harus dibebankan kepada mandor kecil di daerah?

Apakah kontraktor sebesar WIKA benar-benar tidak memiliki kemampuan untuk membayar pelaksana lapangan sebelum termin pemerintah cair?

BACA JUGA...  Pembagian Masker di Simpang Jantho Terkesan Dipaksa Dengan Cara Kasar

Ataukah para mandor lokal memang sejak awal hanya diposisikan sebagai “tameng cash flow” proyek?

Pertanyaan ini penting. Sebab dalam praktik proyek konstruksi nasional, perusahaan besar tidak pernah benar-benar bekerja hanya dengan menunggu uang negara turun.

Berita Terkait

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok
Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:25 WIB

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:10 WIB

PEMERINTAHAN

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Senin, 14 Sep 2026 - 17:32 WIB

Rapat pembahasan APBK di DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Belanja Naik, APBK Aceh Tengah Defisit

Senin, 14 Sep 2026 - 17:19 WIB

Lepas sambut Kapolres Aceh Tengah.

RAGAM BERITA

Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo

Senin, 14 Sep 2026 - 17:05 WIB