Pesona Air Terjun Tujuh Bidadari di Pendalaman Aceh Utara

Selasa, 15 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hal senada juga diungkapkan oleh Ahmad dan Abdullah, dua pengunjung yang turut merasakan keindahan Air Terjun Tujuh Bidadari. Menurut mereka, suasana damai dan tenang yang ditawarkan tempat ini memberikan sensasi berbeda dari tempat-tempat wisata lainnya yang lebih komersial.

Tantangan Keberlanjutan

Meskipun belum dikelola secara resmi, harapan besar tetap disematkan pada para pengunjung untuk menjaga kelestarian alam di sekitar air terjun. Salah satu masalah yang sering muncul di destinasi wisata terpencil adalah kurangnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan. Sampah yang dibuang sembarangan dapat merusak keindahan alam dan mencemari lingkungan sekitar.

BACA JUGA...  BPKS Tingkatkan Pelayanan Bagi Kapal Berkaliber Dunia Yang Berkunjung ke Sabang

Mahdi mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan di kawasan ini, terutama karena lokasinya yang jauh dari pemukiman. “Tidak ada yang mengelola tempat ini, jadi kita sebagai pengunjung harus bertanggung jawab atas kebersihan dan kelestarian alam. Jangan tinggalkan sampah, dan tentunya jangan merusak apapun di sini,” pesannya.

Selain itu, mengingat tempat ini adalah kawasan yang masih alami dan tenang, ada harapan agar pengunjung juga menjaga etika selama berada di sana, baik dalam hal menjaga kebersihan maupun menghormati keheningan alam. Beberapa pengunjung juga berharap agar pengelolaan tempat ini tetap diperhatikan, namun tanpa mengurangi kesan alami yang menjadi daya tarik utama dari Air Terjun Tujuh Bidadari.

BACA JUGA...  The Light of Aceh Pukau Pengunjung Borobudur International Art & Performance Festival

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M. Si.

PEMERINTAHAN

Haili Yoga: MPP Citra Pelayanan Daerah

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:51 WIB