“Lapangan pekerjaan sangat penting, selain peran pemerintah, kita juga mendorong peran Baitul Mal ikut menjadi bagian penting dalam hal pengentasan kemiskinan di Lhokseumawe. Selain bantuan rumah Baitul Mal juga ikut membantu pengembangan ekonomi produktif masyarakat miskin salah satunya dengan pemberian modal yang cukup untuk usaha yang direncanakan,” sebutnya.
LHOKSEUMAWE I mediaaceh.co.id – Banyaknya bantuan sosial dengan berbagai jenis yang dikelola oleh Kementerian Sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Sembako, belum lagi jenis bantuan dari Provinsi Aceh untuk masa panik, akibatnya bisa menimbulkan tumpang tindih bantuan untuk masyarakat sasaran.
Bukan tidak mungkin bantuan yang dikucurkan ke masyarakat miskin tidak sama rata. Dugaan itu sangat beralasan, pasalnya bantuan dengan berbagai program itu justru membuat masyarakat miskin tidak lagi memiliki motivasi untuk berinovasi dalam hal merubah masa depan.

Seyogianya, akan lebih baik jika bantuan sosial itu akan terfokus pada satu jenis bantuan saja untuk mengangkat derajat masyarakat miskin.
Peran pemerintah baik pusat maupun daerah wajib memberikan solusi konkrit terhadap masa depan masyarakat miskin, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan yang dapat menyerap kelompok masyarakat miskin itu.





