Pelabuhan Peureulak dan Jalur Sutra Maritim: Saat Aceh Timur Menjadi Pusat Perdagangan Dunia

Selasa, 14 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas perdagangan tersebut mendorong berkembangnya kawasan pelabuhan sebagai pusat pertukaran barang sekaligus tempat bertemunya berbagai budaya dari berbagai penjuru dunia.

Pertemuan Berbagai Peradaban

Pelabuhan Peureulak bukan sekadar tempat transaksi ekonomi. Bandar ini juga menjadi ruang interaksi sosial antara masyarakat lokal dengan pedagang dari berbagai bangsa.

Sejarawan menyebut para pedagang Arab dan Persia tidak hanya datang untuk berdagang, tetapi juga membangun permukiman sementara di sekitar pelabuhan. Sebagian di antaranya menikah dengan penduduk setempat, membentuk komunitas Muslim yang kemudian berkembang menjadi bagian penting dalam proses Islamisasi di Aceh.

BACA JUGA...  Sejarah Kopi Gayo: Dari Masa Kolonial hingga Mendunia

Model penyebaran Islam melalui perdagangan dan hubungan sosial seperti ini juga ditemukan di berbagai wilayah pesisir Asia Tenggara. Karena berlangsung secara damai, agama Islam diterima secara bertahap oleh masyarakat lokal tanpa melalui ekspansi militer.

Catatan Musafir Asing

Keberadaan kawasan Peureulak dalam jaringan perdagangan internasional juga diperkuat oleh sejumlah catatan perjalanan asing.

BACA JUGA...  Menyusuri Situs-Situs Bersejarah di Tanoh Gayo yang Masih Tersisa

Penjelajah asal Venesia, Marco Polo, yang singgah di Sumatra pada 1292, mencatat keberadaan komunitas Muslim di wilayah yang dikenal sebagai Ferlec atau Perlak. Meski catatannya tidak menjelaskan secara rinci aktivitas pelabuhan, informasi tersebut menunjukkan bahwa kawasan tersebut telah menjadi bagian dari jalur pelayaran internasional pada akhir abad ke-13.

Berita Terkait

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh
Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah
Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh
Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah
Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia
Sejarah Kerajaan Pedir: Kerajaan Maritim yang Menguasai Perdagangan di Pesisir Utara Aceh
Jejak Kesultanan Peureulak: Menelusuri Salah Satu Pusat Awal Perkembangan Islam di Nusantara
Mengungkap Asal Usul Suku Gayo, Salah Satu Peradaban Tertua di Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:39 WIB

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:03 WIB

Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:28 WIB

Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:43 WIB

Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia

Berita Terbaru

Anggota DPR-RI asal Aceh Muslim Ayub berfoto bersama jajaran Lapas Kelas IIA Banda Aceh, saat kunker ke rumah tahanan itu, Kamis, (3/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Jumat, 4 Sep 2026 - 17:46 WIB