Pelabuhan Kuala Langsa: Gerbang Laut yang Menjadi Surga Ekowisata Penyu di Pantai Timur Aceh

Sabtu, 15 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bagi wisatawan, proses konservasi ini memberikan pengalaman unik. Mereka dapat melihat bagaimana telur-telur dipindahkan ke tempat penetasan semi-alami, mempelajari siklus hidup penyu, hingga menyaksikan momen haru ketika tukik dilepas ke laut untuk pertama kalinya. Ini menjadi daya tarik tersendiri yang tidak ditemukan di banyak tempat di Aceh.

Kegiatan pelepasan tukik biasanya dilakukan pada sore hari, memberikan suasana dramatis ketika ratusan bayi penyu merayap menuju ombak di bawah cahaya jingga senja Kuala Langsa. Tak jarang wisatawan ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelepasan ini, tentunya dengan prosedur ketat agar tidak mengganggu satwa langka tersebut.

BACA JUGA...  Sabang Kota Wisata; Pasar Ikan dan Sayur Jorok Minta Ampun

Peran Masyarakat dan Pemerintah dalam Pengembangan Ekowisata

Kesuksesan ekowisata penyu di Pelabuhan Kuala Langsa tidak terlepas dari kolaborasi kuat antara masyarakat pesisir, Pemerintah Kota Langsa, dan berbagai lembaga pecinta lingkungan. Kelompok masyarakat lokal dilibatkan secara aktif sebagai penjaga pantai, pemandu wisata, serta pengelola fasilitas yang ramah lingkungan.

Pemerintah Kota Langsa juga memberi dukungan melalui penyediaan fasilitas pendukung seperti area edukasi, balai informasi konservasi, serta akses jalan yang kini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisata, pemerintah terus mendorong model pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem.

BACA JUGA...  Instruktur Pacu Peserta Bimtek K.13 Aceh Timur.

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:33 WIB

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM

PEMERINTAHAN

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:31 WIB