Sabang Kota Wisata; Pasar Ikan dan Sayur Jorok Minta Ampun

Minggu, 11 Juni 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sabang, AP-Akibat pembangunan  pasar tradisional dinilai tidak layak digunakan, maka para pedangan ikan dan sayur kini menjajakan jualannya di pinggir jalan dan depan toko Jalan Perdagangan Kota Sabang. Para pedagang ikan dan sayur, mereka tidak ada pilihan lain untuk mencari rezekinya.

Aneh tapi nyata itulah kata-kata yang cocok untuk kondisi Kota Sabang saat ini, dimana kota yang dijadikan kawasan tujuan wisata terbaik diujung pulau sumatera ini, kini terlihat jorok dan tidak mencerminkan sebagai kota tujuan wiasata.
Lihat saja, kondisi para pedagang ikan dan sayur mereka, terpaksa menjajakan dagangannya tidak pada tempatnya. Hal tersebut dikarenakan pasar tradisional yang dibangun, dinilai tidak layak untuk ditempati sehingga guna memenuhi kebutuhan hidup terpaksa berdagang dipinggir jalan.
 
Para pedagang ikan dan sayur telah lama mengeluh namun, tidak diketahui apa pasanya sehingga jeritan masyarakat kecil itu sepertinya kurang didengar. Menurut sejumlah pedagang yang dikonfirmasikan media ini, pasar tradisional yang baru dibangun itu tidak layak digunakan.
 
Selain tidak standar sebagaimana pasar dikota lainnya, pasar yang terletak dipusat kota Sabang tersebut bangunannya juga sempit, sehingga jika seluruh pedagang yang selama ini, berjualan di pasar sebelum dibagun itu dipastikan ditak mencukupi.
 
Kemudian dari sisi kualitas bangunan juga dikhawatirkan, belum digunakan saja lantai bawah sudah terkupas semua semennya. Itu belum lagi pasar ikan dimana bangku untuk tempat jajakan ikan, juga sangat kecil, maka tidak dapat digunakan untuk berjualan., kata para pedagang.
 
Bak penampungan air kata mereka, belum lagi digunakan juga sudah bocor sehingga pedagang ikan tidak mungkin bisa berjualan tanpa tersedia air bersih. Kemudian pintu dan jedela toko juga kebanyakan rusak, akibat perbuatan tangan-tangan jahil selama tidak ada yang menjaganya.
 
Untuk itu diharapkan kepada pemerintah kedepan agar, tidak hanya membangun tetapi tidak melakukan pengawasan dengan baik pada saat dilakukan pekerjaan proyek. Pada akhirnya setelah pembangunan selesai tidak dapat digunakan alias sia-sia.(Jalal)
 
BACA JUGA...  Bupati, Wabup Dan Sekda Aceh Timur Hadiri Haul Waled Gampong Jalan

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB