Subsidi Harga Karet dan Kelapa Sawit
Kulok melanjutkan paparannya, sampai hari ini, masyarakat sudah membongkar kebun karetnya dengan menanam komoditi lain, sebab kata Kulok, harga karet makin terpuruk dan sangat tidak menjanjikan.
Apalagi mengingat janji subsidi dari Mursil hanya klise dan retorika politik belaka. Tak ada perubahan kemajuan income percapita penduduk Aceh Tamiang dari sektor ini.
Kulok, merasa resah jika sipil soviety menggelar pemerintahan jalanan, selama dua tahun Mursil menjabat 5 kali berbagai elemen melakukan demo, menuntut atas janji janji politik Mursil, yang dianggap isapan jempol belaka.
Membuka Lapangan Kerja
“Aduuuuh…banyak sekali ‘Nokhtah Hitam’nya orang nomor satu Aceh Tamiang ini”, sebut Kulok. Sembari melanjutkan hasil rapat nya dengan timses pagi tadi.
Membuka lapangan kerja hanya ungkapan belaka, tanpa bukti. Malah sebalik meningkatkan pengangguran, salah satu contoh sebut Kulok, pasar taman terbuka belakang alun alun kantor bupati, yang biasa dibuka sampai pukul 22:00 wib, harus tutup pada pukul 18:00 wib, dengan alasan tempat itu dijadikan ajang maksiat.
“inikan salah kaprah, sebab tempatnya terbuka, yang berada di ruang terbuka hijau alun alun belajang kantor bupati, bagaimana tamiang bisa hidup ekonominya, padahal ada 45 pedagang kaki lima yang bergantung hidup dari berdagang, serta membuka peluang kerja yang sifatnya temporer dan mengurangi tingkat pengangguran yang ada”, ujar Kulok.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















