Rekaya Jalan Negara
Padahal jalan lintas negara yang menghubungkan provinsi Aceh ke Provinsi Sumatera Utara, yang sudah baik dan benar, tidak memasuki pasar kota, sebaliknya rekayasa jalan yang dibuat dengan jalur baru menimbulkan kemacetan dan terkesan semrawut, padahal dana yg dianggarkan untuk itu lumayan besar.
Padahal, sebut Kulok, blue print jalan elak sudah ada tinggal dilanjutkan saja, apalagi dengan jalan tersebut, truck dan bus tidak masuk lagi kedalam kota. Jika sudah berjalan baru dibenahi permukiman kota, akan menambah nilai nilai estetika nya. Sebalikbya bukan memporak porandakan tatanan kota.
“Ini Cek, kenapa aku terlambat sampai kesini. Jadi apa yang aku ceritakan semuanya fakta, sebab dalam rapatpun itu yang didengungkan, nanti lah Cek kita sambung kecerita yang lebih dalam dan sangat menarik, tentang apa, siapa H Mursil tersebut”, pungkas Kulok. (Syawaluddin)















