Milad GAM ke-44, Menelisik Jejak Syuhada

Sabtu, 5 Desember 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Feature | Syawaluddin

KUALASIMPANG (MA) – Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat ini sudah berusia 44 tahun. Mereka mengenang detik demi detik gerakan bersenjata karena ketidakadilan.
Kala itu, politik bedil berkumandang memekakkan genderang telinga. Saat bentrokan bersenjata pecah.

Konflik berkepanjangan di Aceh, menyisakan pilu yang mendalam, Anak kehilangan Ayah, Isteri kehilangan Suami dan sanak famili.
Masa lalu, konflik berkepanjangan di Aceh bukti sejarah, Aceh itu punya cerita heroik perlawanan bersenjata. Politik bedil saat itu lugas berbicara di Aceh.

BACA JUGA...  Warga Kampung Perkebunan Sungai Yu Masih Terkatung, HGU Diperpanjang

Nama Teungku Abdullah Syafi’ie, dikenal seantero dunia, karena gaya kepemimpinannya yang santun dan bijaksana.

Dia disegani lawan, dihormati jajarannya, cerita tentang negosiasi politiknya mampu membuat pemerintah RI mengakui secara De Pakto keberadaan Gerakan Aceh Merdeka.

Nukilan, sempalan GAM itu, membawa perubahan peta politik di Aceh, saat senjata menyalak, merupakan ungkapan rasa ketidakadilan terjadi di Bumi Serambi Mekkah terhadap rakyat Aceh.

BACA JUGA...  Lirikan DJBC Aceh untuk Cuan Rokok Ilegal, PAKAR: Seret Aktor Utamanya

Ratusan ribu rakyat Aceh menjadi korban Politik Bedil, mereka meregang nyawa, salah atau tidaknya, mereka—para Syuhada—adalah korban dari konflik Aceh, antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah RI.

Berita Terkait

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:51 WIB