Milad GAM ke-44, Menelisik Jejak Syuhada

Sabtu, 5 Desember 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggal 26 Desember 2004, Aceh lagi-lagi berduka, Tsunami meluluhlantakkan provinsi itu, kurang lebih 500 ribu orang rakyat Aceh meninggal dalam tragedi itu.
Mengguggah pentolan Gerakan Aceh Merdeka untuk bersikap.

Konflik berkepanjangan di Aceh menggeret mantan presiden Finlandia, Martti Ahtisaari sebagai tokoh negosiator dibalik damainya Gerakan Aceh Merdeka dengan Pemerintah RI.

BACA JUGA...  Harus Dukung BTM

Tepatnya, tanggal 15 Agustus 2005 di Finlandia, Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah RI melakukan Memorandum of Understanding (MoU) perjanjian damai.

Perubahan Politik Bedil ke Politik praktis, telah dimainkan oleh Gerakan Aceh Merdeka. Mereka—GAM—membentuk Komite Peralihan Aceh (KPA), upaya untuk mendirikan partai lokal yang diberi nama Partai Aceh.

Hingga kini, Partai Aceh mampu menguasai 60 persen kursi DPRA dan DPRK di 23 kabupaten kota di Aceh. GAM memainkan ritme politik praktis untuk menyuarakan ketidakadilan tersebut.

BACA JUGA...  Terkait Kaum Difabel, Ini Kata Pj Bupati Aceh Tamiang Meurah Budiman

Penebusan perbaikan ketidakadilan dibayar mahal, dengan para syuhada yang gugur di medan pertempura. Itu menjadi catatan heroik perjuangan Gerakan Aceh Merdeka.

Jejak syuhada, terekam dengan baik dan jelas, bukti perjuangan panjang konflik bersenjata di Aceh. Dikenang sepanjang abad.

Jejak Endatu Wajib Dipelihara

Berita Terkait

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:51 WIB