Milad GAM ke-44, Menelisik Jejak Syuhada

Sabtu, 5 Desember 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Marcos juga mengingatkan pemerintah Republik Indonesia untuk tidak memandang GAM sebelah mata karena tidak ada yang bisa menjamin perdamaian ini bisa bertahan lama jika pemerintah Indonesia terus menerus membuat rakyat Aceh kecewa.

“Pemerintah Indonesia tidak serius terkait perdamaian di Helsinki dan ini akan menjadi bom waktu” kata Marcos.

Dia juga mempertanyakan kenapa pemerintah Indonesia melalui pihak aparat kepolisian dan TNI selalu menghalangi acara pengibaran bendera Aceh. “Kami anggap Indonesia itu tidak serius artinya “lempar batu sembunyi tangan” lanjutnya.

BACA JUGA...  Menatap Masa Depan Aceh Penuh Kedamaian

Jika pihaknya ingin membuat perayaan besar-besaran, tentu pihaknya bisa mengerahkan massa dalam jumlah besar, namun Marcos menyebut pihaknya tidak melakukan hal itu karena masih taat pimpinan.

“Kami ingatkan pada TNI/Polri untuk tidak lagi menakuti rakyat Aceh saat acara milad GAM. Jangan lagi kerahkan panser Anoa dan militer bersenjata lengkap, karena kami tidak takut itu” ujar pria berperawakan jangkung ini.

BACA JUGA...  Pasien Sembuh Covid19 Aceh Tamiang 88 Persen

Ia menyebut, kalau kita sudah berdamai maka kedua belah pihak bisa menaikan bendera masing-masing di Aceh. Malah pihaknya juga bersedia menaikan bendera merah putih bersamaan dengan bendera Aceh.

“Jika terus menerus pemerintah pusat menghalangi poin dalam MoU Helsinki itu termasuk bendera, dan lain-lain, maka tidak ada yang bisa menjamin perdamaian dunia di Aceh bisa bertahan lama” demikian Misbahuddin Ilyas. (*)

BACA JUGA...  Harus Dukung BTM

Foto | Istimewa

 

Berita Terkait

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat terima pompa air foto bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, Selasa (3/11).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:54 WIB