OPINI  

Menguatkan Budaya Baca dan Menulis di Aceh Selatan, Menuju Daerah Berbasis Intelektual

Oleh: Muhammad Ali Akbar, S.Pd.I., M.Pd.I

MEMBACA dan menulis bagi sebagian orang  adalah kebutuhan dan menjadi penting dalam pergaulan sehari-hari,
sama halnya dengan berbicara untuk berkomunikasi secara verbal.

Sehingga membaca dan menulis menjadi budaya yang  fondasi utama dalam membangun masyarakat. Dengan membaca dan menulis melahirkan orang yang berilmu dengan  daya saing tinggi.

BACA JUGA...  Rumah Amiruddin Musnah Terbakar, Begini Kronologisnya 

Dalam konteks masyarakat Aceh Selatan, kebiasaan ini bukanlah sesuatu yang asing. Sejak dulu, orang tua kita telah mengenalkan budaya literasi sederhana melalui kegiatan maghrib mengaji, ini sebuah tradisi yang menghidupkan waktu antara maghrib dan isya dengan bacaan al-Qur’an dan ilmu agama.

Tradisi ini bukan hanya mencerminkan keimanan, namun juga mendidik generasi untuk mencintai membaca sejak dini. Tentu, hal ini patut kita apresiasi dan revitalisasi kembali dalam kehidupan modern.

BACA JUGA...  TNI Ikuti Upacara Bendera di Sekolah

Di sisi lain, kita mendukung  Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Aceh Selatan; H. Miwan MS  terhadap berbagai program sosial dan kemasyarakatan, seperti Rumah Singgah Griya Tuan TAPA di Banda Aceh untuk warga yang sedang berobat, serta semangat kepemimpinan  MANIS.

Untuk perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. H. Mirwan MS membuat program BASAGA (bajak sawah gratis).