Melawan Lupa, Kisah Negeri Empat Mata Angin

Selasa, 16 Maret 2021

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Akibatnya para pemimpin dan ulama, cerdik pandai negeri empat mata angin, mulai lemah, lengah, dan diadu domba. Peperangan dan perlawan awalnya sangat gencar, semakin lemah, karena rakyat negeri empat mata angin mudah diadu domba, dan banyak melakukan pengkhianatan, menyebakan banyak para ulama, para panglima dan para hulu balang di tangkap, gugur, dan kocar kacir, akibat adanya penghianatan.

BACA JUGA...  Di Balik Loreng Biru; Percakapan tentang Pengabdian dan Keberanian

Perang negeri empat mata angin sangat lama, sulit ditundukkan, karena rakyatnya memang suka berperang, apalagi perang tersebut adalah perang fisabililah, tentu atas sukarela ikut berperang, sehingga negeri tersebut disegani lawan-lawannya.

Namun akibat politik adu domba oleh bangsa BA, dan pengkhianatan, bangsa negeri empat mata angin harus tunduk pada kolonial bangsa BA.

BACA JUGA...  Putusan MK dan Masa Depan Perlindungan Pers

Berbagai peristiwa sejarah tak henti-henti terjadi pada bangsa negeri empat mata angin, perang saudara antara ulama dan para hulubalang, dilanjutkan konflik politik dan perlawanan dengan penguasa pemerintahan Alif, 30 tahun lamanya konflik politik, korban nyawa, harta benda, ekonomi, peradaban, dan tatanan kehidupan sosial masyarakat hancur lebur, akhirnya selesai di meja perundingan dan perdamaian.

BACA JUGA...  ​Rahasia "Lon Tuan" Menguak Watak Pemimpin dalam Diri Orang Aceh

Bangsa negeri empat mata angin, bangga dengan sejarah, bangga dengan masa lalu, bangga dengan budaya, bangga dengan syariat Islam, dan ini di buktikan dalam kehidupan sosial dan adat istiadat masyarakat, semua bernuansa nilai-nilai Islam.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
Dari Ruang Curhat
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:51 WIB