Melawan Lupa, Kisah Negeri Empat Mata Angin

Selasa, 16 Maret 2021

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangsa negeri empat mata angin tak pernah belajar dari sejarah, sejarah hanya di jadikan saat ada kepentingan politik, bila kepentingan politik sudah tercapai dia cabik-cabik situs sejarah dengan berbagai kebijakan atasnama pembangunan. Sangat sedih indatu negeri empat mata angin, mungkin di dalam liang lahat mereka berdoa agar mereka di hargai dan di hormati.

BACA JUGA...  Iman dan Ilmu di Ujung Timur Aceh; Potret Dua Kebanggaan Tamiang

Mungkin ini murka indatu, sehingga negeri empat mata angin, saat ini terus dilanda huru hara yang tak berkesedudahan, biarpun sudah damai, namun rakyatnya masih saja lapar, miskin, dan para pejabat korupsi begitu masif. Akibat penguasa negeri tak mengahragai dan menghormati perjuangan indatu.

Bangsa negeri empat mata angin, seperti tidak pernah memberikan pernghargaan dan terima kasih pada orang-orang yang berjasa, yang sudah berkontribusi membangun negeri, seperti sebuah lembaga pendidikan, yang ingin mengusur para pendiri kampus, para penggerak kampus, digusur tanpa ucapan terima kasih, tanpa ada pengharagaan tanda jasanya, inilah negeri empat mata angin dianggap penuh beradap namun lupa berterima kasih.

BACA JUGA...  Air Terjun Sangka Pane: Permata Alam Aceh Tamiang yang Menjadi Magnet Wisata Baru

Tokoh-tokoh besar yang telah berjuang, telah membangun negeri, telah memberikan kontribusi pembangunan, dan pendidikan seharusnya dihargai, diberikan pengharagaan dan ucapan terima kasih sebagai sumbangsih kepada negeri empat mata angin, tentu ini adalah bagian dari perghormatan pada indatu, yang pada akhirnya memberikan mamfaat pada anak negeri. (*)

Berita Terkait

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
Dari Ruang Curhat
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 13:44 WIB

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Berita Terbaru

Pelantikan Muhammad Adam, M. Ed sebagai Ketua IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe periode 2026–2030, oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, pada Rabu, (16/9).

PENDIDIKAN

Muhammad Adam Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:35 WIB

PEMERINTAHAN

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:10 WIB