Iman dan Ilmu di Ujung Timur Aceh; Potret Dua Kebanggaan Tamiang

Iman dan Ilmu di Ujung Timur Aceh; Potret Dua Kebanggaan Tamiang.

“Kalian bukan hanya juara di panggung MTQ, tapi juga penjaga cahaya Al-Quran di hati umat. Guru adalah api kecil yang tak padam di tengah badai, menerangi jalan bangsa tanpa meminta balasan.”

[Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, Bupati Aceh Tamiang].

IRJEN Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang pagi itu di ruang kantornya sumringah, terlihat senyum bahagia dengan sorot mata penuh haru. Tampak sekelompok pemuda-pemudi berbalut busana islami rapi menerima ucapan selamat.

BACA JUGA...  Anang Iskandar: Pemusnahan Barbuk Narkotika Tidak Sesuai Prosedur adalah Kejahatan

Mereka adalah para qori dan qoriah kebanggaan Aceh Tamiang, baru saja selesai mengikuti ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Aceh 2025. Mereka membawa harum nama daerah.

Di sudut lain, beberapa guru tampak berdiri tegak, menundukkan kepala penuh hormat. Mereka baru saja menorehkan sejarah dalam Anugerah GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Aceh 2025, membawa pulang penghargaan atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan.

BACA JUGA...  Partai Politik Bukan Aqidah

Dua momen berbeda, tapi berpijak pada satu nilai yang sama [pengabdian dan cinta yang tulus untuk negeri].

Suara dari Hati Seorang Armia.

SAYA, atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan seluruh masyarakat, mengucapkan selamat dan tahniah sebesar-besarnya kepada para qori dan qoriah kebanggaan kita,” ujar Bupati Armia terharu.