Me-review Program Pertanian Aceh Selatan  dalam Konteks BASAGA 

Selasa, 4 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Maslow Kluet

SEKITAR delapan bulan lalu, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan (Pemkab Asel)  telah meluncurkan program Bajak Sawah Gratis (BASAGA).

Dalam kaitan itu,  sepatutnya diapresiasi. Karena, langkah tersebut dimaksudkan antara lain untuk menekan cost (biaya) produksi petani dalam menghasilkan Gabah Kering Giling (GKG).

Tetapi sebenarnya,  biaya produksi petani,  bukan hanya pada persoalan bajak membajak, tetapi juga masalah bibit dan  pupuk subsidi yang sering langka dipasaran.

BACA JUGA...  Pulau Pusong, Peluh dan Ikan Asin yang Bertahan

Sarana produksi (saprodi)  lainnya  seperti obat-obatan untuk memberantas  penyakit dan hama tanaman yang juga relatif mahal.

Belum lagi, biaya saat panen dan pasca panen.

Selain keterjaminan bibit, pupuk bersubsidi dan obat penyakit atau hama, tidak kalah pentingnya bagaimana menjamin ketersediaan air persawahan (irigasi tehnis/pedesaaan) adalah satu persoalan yang sangat pelik yang dihadapi petani dalam menyiapkan produksi padi. Sehingga, secara eksplisit, petani tidak terlalu bergantung kepada “bajak gratis”, karena faktanya, petani “tulen” tetap akan membajak lahannya untuk bersawah (bercocok tanam padi).

BACA JUGA...  Dari Barak ke Panggung Dunia, Letda Andri Yanto dan Otot Merah Putih

Pada bagian lain, pembangunan pertanian (padi sawah), bukan hanya untuk  mencapai target ketahanan pangan nasional,  tetapi juga adalah untuk  kesejahteraan petani melalui usaha pertaniannya.

Berita Terkait

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Aceh dan Janji yang Belum Tuntas
Menjemput Hak Warga di Jakarta

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agu 2026 - 20:45 WIB

PENDIDIKAN

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Senin, 24 Agu 2026 - 20:31 WIB

PEMERINTAHAN

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh

Senin, 24 Agu 2026 - 20:24 WIB