Tes tersebut difokuskan pada aspek penguasaan ilmu tajwid, fashahah, dan adab dalam membaca Al-Qur’an.
Setiap kandidat harus mengambil nomor urut dan ayat-ayat yang akan dibaca secara acak.
Maimul Mahdi, yang mendapatkan giliran pertama, maju dengan penuh percaya diri. Dengan suara yang tenang namun jelas, ia melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an yang diambilnya.
Setiap huruf dan harakat terucap dengan tepat, menampilkan penguasaan tajwid yang mendalam. Suaranya mengalun merdu, membuktikan kefasihan yang dimilikinya dalam membaca Al-Qur’an.
Tak lama kemudian, giliran Nurzahri tiba. Bacaan Al-Qur’annya mengalir dengan kejelasan yang tak kalah apik dari pasangannya.
Setiap ayat yang dibaca, dari awal hingga akhir, penuh kehati-hatian dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang ilmu tajwid. Nada suaranya stabil, menjaga kefasihan dan fashahah dengan baik.
Setelah keduanya selesai, para penguji memberikan apresiasi atas performa pasangan calon ini. Salah seorang penguji dari MPU, mengungkapkan kekagumannya.
“Bacaan mereka sangat baik. Penguasaan tajwidnya tepat dan kefasihannya luar biasa. Ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar mempersiapkan diri dengan baik untuk ujian ini,” ujarnya.
Penguji dari LPTQ, juga menyampaikan pujian serupa.




