“Bacaan mereka tidak hanya sesuai tajwid, tetapi juga menyentuh hati. Ini bukan sekadar formalitas, mereka benar-benar memahami makna dari setiap ayat yang mereka baca,” katanya, sambil tersenyum.
Uji mampu baca Al-Qur’an ini bukan hanya sebagai syarat administratif, tetapi juga simbol penting dalam kepemimpinan di Aceh.
Pasangan Maimul Mahdi dan Nurzahri, melalui tes ini, memperlihatkan komitmen mereka terhadap nilai-nilai Islam yang menjadi landasan pemerintahan di Aceh.
Dengan pujian dari para penguji, pasangan ini melangkah semakin mantap menuju Pilkada 2024.
Warga Langsa kini menantikan bagaimana mereka akan membawa visi dan misi ke depan, dengan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan amanah kepemimpinan untuk lima tahun mendatang. [Umar Hakim].




