Berikut Pernyataan Sikap (GeRAH)
Pertama, mengecam sikap oknum-oknum yang tega mengorbankan rakyat Aceh demi kepentingannya semata dan mengutuk oknum yang menggadaikan Aceh dengan menjual isu kemanusiaan namun tak mempedulikan nasib dan perasaan bathin masyarakat Aceh.
Kedua, menolak penggunaan lahan atau tanah di Aceh untuk pendirian lokasi penampungan Rohingya.
Ketiga, mendesak pemerintah untuk sesegera mungkin bersikap tegas memindahkan semua imigran Rohingya keluar Aceh
Meminta pertanggungjawaban UNHCR sebagai lembaga yang berkewajiban untuk menangani persoalan pengungsi.
Menurut mereka, persoalan pengungsian yang terjadi di Aceh selama ini diakibatkan oleh penanganan imigran Rohingya yang tak tepat.
Sehingga, diminta kepada UNHCR agar pengungsi Rohingya segera dipindahkan dari Aceh karena Aceh bukanlah tempat target wilayah penanganan pencari suaka politik.
Berikutnya, meminta Pemerintah Pusat untuk segera mengambil tindakan agar persoalan imigran Rohingya ini tidak berlarut-larut di Aceh.
Pada poin ke-enam, mereka mengancam dengan menyatakan, apa bila tuntutan ini tidak dipenuhi dan tidak ada tindakan tegas pemerintah Aceh dalam hal ini Pj Gubernur dan Sekda Aceh. “Maka kami masyarakat Aceh meminta Presiden Jokowi untuk mencopot kedua pejabat tinggi Aceh itu dari jabatannya karena tak bisa membela dan menyelamatkan kepentingan,” pintanya. (Maslow Kluet).
Halaman : 1 2















