Lahan Tambak Di Paru Keude Akan Direhab

MEUREUDU[AP]

Lahan tambak milik masyarakat, di Gampong Paru Keude Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) akan direhab, yang sudah lama dibiarkan terlantar oleh masyarakat setempat. “Untuk tahap awal akan dibangun jembatan beton pada sungai yang menghubungkan Gampong Paru Keude menuju ke lahan tambak, yang kondisinya saat ini rusak berat, karena terbengkalai sejak terjadinya bencana tsunami pada tahun 2004 silam,” terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya (Pijay), Ir. Kamaluddin, saat wawancara dengan Atjeh Press, Kamis (20/4), diruang kerjanya.

Kamaluddin mengatakan, untuk pembangunan jembatan tersebut telah dialokasikan dana sebesar Rp. 1 milyar, yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Aceh tahun anggaran 2018. Jembatan yang dibangun melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh tersebut, telah disetujui dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Aceh di Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA...  Lorenzo Sabet Penghargaan Khusus dalam Acara FIM

“Dengan dibangunnya jembatan di lahan tambak itu, maka akan mudah untuk merehab tambak yang luasnya 48 hektar tersebut, agar bisa berfungsi kembali lahan milik masyarakat itu, untuk pengembangan budidaya udang dan ikan,” jelas Kamal.

Dengan adanya jembatan yang menghubungi Gampong Paru Keude ke lahan tambak itu, tambahnya, maka berbagai kendaraan, terutama alat berat akan mudah menuju ke tambak untuk melakukan rehab, dan masyarakat pun sudah bisa mengelola tambaknya dengan mudah.

Terkait dengan tudingan, bahwa lahan tambak di Gampong Paru Keude tersebut dibiarkan terlantar, menurutnya itu tidak benar, karena saat ini pihak Pemkab Pijay melalui DKP sedang berupaya untuk merehap kembali tambak itu, guna untuk mengembangkan budidaya udang dan ikan dilahan tambak milik warga yang rusak dan terbengkalai sejak terjadinya bencana tsunami di Aceh.

BACA JUGA...  HAMAS Galang Dana Untuk Pesantren Darussalam Labuhanhaji Barat Yang Terbakar

Ia mengaku, sejak bertugas sebagai Kepala DKP Pijay pada tahun 2014 lalu, kondisi tambak tersebut telah rusak dan terbengkalai sejak bencana tsunami pada Desember 2004 silam. “Sejak saya bertugas di DKP Pijay, tidak ada masyarakat yang mengajukan proposal untuk perbaikan dan rehap lahan tambak tersebut,” katanya.

Pembangunan jembatan tersebut awal dari proses rehab tambak di Gampong Paru Keude, yang merupakan sumber perekonomian masyarakat, dan juga sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab Pijay.

Ia juga mennyebutkan, selain merehab tambak di Gampong Paru Keude Kecamatan Bandar Baru pada tahun 2018 mendatang, DKP Pijay juga akan membangun kembali Hicheri di Kecamatan Trieng Gadeng, dengan alokasi dana sebesar Rp. 2,5 milyar yang bersumber dari dana Otsus tahun anggaran 2018. Hicheri yang merupakan Balai Benih Multi Species milik Pemkab Pijay tersebut, telah rusak akibat bencana gempa yang menimpa Pidie Jaya pada Desember 2016 lalu.(B/D)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *