Disisi lain disebutkan, rata-rata masyarakat Seunebok menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian yang berada di lintasan dekat saluran pipa gas itu.
Apalagi lintasan pipa gas di dekat parit tersebut sudah ditumbuhi semak belukar, akibatnya parit tidak mampu lagi menampung debit air jika hujan tiba, alhasil air parit meluap sampai ke areal perladangan warga masyarakat, karena sebagian saluran parit ditutupi semak belukar, sedangkan warga tidak berani membersihkan semak-semak tersebut, takut terkena pipa.
Jika musim penghujan, kawasan pertanian warga masyarakat terendam, akibatnya tanaman palawija milik warga masyarakat terendam dan dipastikan gagal panen.
Hal ini menjadi keluhan warga masyarakat, sejauh ini belum ada respon dari pihak manajemen PT PGE. Diharapkan setelah Ketua Komisi C bersama rombongan turun, akan akan Tindakan konkret dari PT PGE, sehingga rasa was-was warga masyarakat selama ini terminimalisir setelah ada perbaikan pipa gas tersebut.
Camat Blang Mangat Tiga Kali Surati Manajemen PT PGE
Menyikapi keluhan warga masyarakat Seunebok, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe terkait kerusakan saluran pipa gas yang telah meresahkan warga setempat, Camat Blang Mangat Safriadi telah tiga kali menyurati manajemen PT PGE agar segera merespon keluhan warga masyarakat tersebut.




