Kerawang Gayo, Warisan Budaya Aceh yang Menyulam Filosofi Kehidupan dalam Setiap Motif

Selasa, 2 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Selain motif, warna yang digunakan dalam Kerawang Gayo juga memiliki makna tersendiri. Warna hitam yang sering menjadi latar utama melambangkan keteguhan dan keputusan adat yang harus dihormati bersama.

Warna merah menjadi simbol keberanian dalam menegakkan kebenaran, sementara warna kuning, putih, dan hijau merepresentasikan kehormatan, kesucian, keseimbangan, serta semangat hidup masyarakat Gayo.

BACA JUGA...  Inilah Isi Deklarasi untuk Pancasila yang Dibacakan oleh Mahasiswa Aceh

Keseluruhan nilai tersebut selaras dengan filosofi hidup masyarakat Gayo yang dikenal melalui tiga karakter utama, yaitu mersik (berani), lisik (rajin), dan urik (teliti). Ketiga nilai itu tercermin dalam proses pembuatan kerawang yang membutuhkan ketelitian tinggi dan ketekunan dalam setiap detail sulamannya.

Seiring perkembangan zaman, Kerawang Gayo terus beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya. Motif-motif tradisional kini tidak hanya digunakan dalam busana adat, tetapi juga diaplikasikan pada pakaian modern, tas, kopiah, payung, suvenir, hingga berbagai produk dekorasi interior.

BACA JUGA...  Demi Aceh dan Sabang Sarana Sail Harus Ditinggalkan di Sabang

Adaptasi tersebut membuat Kerawang Gayo semakin dekat dengan generasi muda dan membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Aceh.

Agam Provinsi Aceh 2023, Vima Syaddad Alfathan, menilai Kerawang Gayo merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai penting karena tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan pesan kehidupan yang relevan hingga saat ini.

BACA JUGA...  Dekranasda Aceh Inventarisasi Pengrajin Terdampak

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

FEATURE

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:36 WIB

Buaya kembali muncul di sungai perkampungan Kedai Padang Kluet Utara dan Pasie Merapat Kluet Selatan, foto : mediaaceh.co.id

PEMERINTAHAN

Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan

Selasa, 22 Sep 2026 - 07:42 WIB

Badan Jalan Kabupaten lintasan pegunungan Gunung Sekorong Kluet Timur Aceh Selatan tanpa fasilitas drainase dan rawan  longsor sehingga warga dihantui was-was.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Senin, 21 Sep 2026 - 19:46 WIB