Kita menyaksikan realitas pahit : dunia Islam tidak hanya lemah karena intervensi asing, tetapi juga karena perpecahan internal, sektarianisme yang dipelihara, dan kepemimpinan yang lebih tunduk pada Washington dan Tel Aviv ketimbang pada solidaritas, suara keadilan dan nurani manusia.
Menurut saya, umat Islam harus segera sadar bahwa musuh sejati bukanlah perbedaan mazhab atau bangsa, tetapi ketidakadilan dan penjajahan dalam segala bentuknya. Solidaritas terhadap Palestina tidak boleh ditentukan oleh siapa yang mendukungnya.
Begitu pula, serangan terhadap Iran sebagai negeri Muslim seharusnya membangkitkan empati dan keprihatinan dari seluruh dunia Islam, bukan diam dan pembiaran.
Sudah saatnya dunia Islam bersatu di atas nilai keadilan, kemanusiaan, dan ketauhidan bukan di atas sekat-sekat politik sektarian atau loyalitas geopolitik yang merugikan umat itu sendiri.
Jika tidak, maka kita akan terus menyaksikan umat ini menjadi korban bukan hanya oleh musuh dari luar, tapi juga oleh pengkhianatan dari dalam.(*)
Penulis : Kasek BMK Aceh Selatan.




