Ini Jumlah Kerusakan Lahan Masyarakat Akibat Bencana di Bener Meriah 

Kondisi lahan kopi masyarakat rusak akibat bencana banjir dan longsor di Bener Meriah.

BENER MERIAH | MA Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Bener Meriah menimbulkan dampak besar terhadap sektor pertanian, hingga infrastruktur. Data diperoleh Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, menyebutkan, kerusakan terparah terjadi pada kebun kopi dengan luas terdampak mencapai 445,583 hektar (Ha).

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengatakan kebun kopi menjadi sektor paling terdampak karena sebagian besar wilayah Bener Meriah merupakan sentral produksi kopi Gayo. “Kerusakan kebun kopi tersebar di delapan kecamatan,” ungkap Murthalamuddin, pada media, Jum’at, (9/1).

BACA JUGA...  Yasir Arafat Desak Diskominfo Aceh Tengah Perbaiki Jaringan Internet di Kecamatan Celala

“Kerusakan kebun kopi cukup mendominasi dampak bencana hidrometeorologi di Bener Meriah. Ini sangat berpengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat,”ujarnya.

Ia menyebutkan, kerusakan kebun kopi terbesar berada di Kecamatan Bukit seluas 198,179 Ha, Mesidah 122,147 Ha, Wih Pesam: 76,700 Ha, Permata: 36,650 Ha, Gajah Putih: 8,469 Ha, Bener Kelipah, 1,750 Ha, Bandar: 1,563 Ha, dan Timang Gajah: 0,125 Ha.

BACA JUGA...  Sekitar 25 Peserta AMPKB Giliran Geruduk Kantor Bupati Bireuen

Sementara di Pintu Rime Gayo dan Syiah Utama tidak ada kebun kopi terdampak, katanya.

Selain kopi, katanya, bencana juga mengakibatkan kerusakan lahan pertanian lainnya. Tercatat sawah rusak seluas 68,732 Ha, perkebunan 214,270 Ha di Kecamatan Syiah Utama, serta kolam masyarakat 2,505 Ha. Secara keseluruhan, total kerusakan lahan mencapai 731,089 Ha.