“Siapa yang berani katakan saya bukan orang Tamiang, kecil saya pun, kalau mau mandi lompat dari jembatan Tamiang, mancing, cari durian sampai cabut sekolah. Semua itu saya lalui di sini. Kok saya pulang ke sini mau membangun kampung halaman saya di tahan dan di ributkan. Saat menjabat Kapolres pun saya tidak pernah ganggu orang Tamiang, saat di Poldasu pun cukup banyak orang Tamiang yang saya bantu,” bebernya penuh kesal.
KUALASIMPANG | mediaaceh.co.id – Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang periode 2024 – 2029. Irjend Pol. Drs. Haji Armia Fahmi, MH – Ismail, minta kepada para ketua partai politik nasional dan lokal, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh Pemuda, Ormas, LSM dan Penulis untuk meredam dengan cara apa pun untuk tidak memilih kotak kosong di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2024.
Black Champaign (Kampanye hitam) terus digelindingkan oleh kelompok orang yang tidak bertanggung jawab, agar masyarakat memilih kotak kosong. “Mau jadi apa, Aceh Tamiang ini kalau tidak ada pemimpin. Saya kira ini bentuk penghambat penyaluran suara dan pembekuan demokrasi. Tidak benar ini, harus kita lawan,” tegas Armia Fahmi pada wartawan. Rabu, 25 September 2024.
Sebut Armia lagi, itu merupakan bentuk-bentuk penolakan demokrasi, mematikan demokrasi. Hak-hak politik masyarakat di kebiri. Diajak untuk tidak menyalurkan hak politiknya.




