Proyek Jaringan Air Bersih Kute Peseluk Pesimbe Agara ‘Centang Prenang’

  • Bagikan

 48 total views,  2 views today

Proyek Jaringan Air Bersih Kute Peseluk Pesimbe Agara ‘Centang Prenang’

KUTACANE (MA) – Proyek pengerjaan jaringan Air Bersih di Kute Peseluk Lembah Alas, kecamatan Deleng Pokisen dan Muhajirin kabupaten Aceh Tenggara (Agara), Aceh. Dikerjakan semrawut dan centang prenang – asal-salan.

Begitu hasil telaah yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Pemburu Koruptor (Gempur) Kutacane. Gempur melihat; Proyek Jaringan Air Bersih yang bersumber dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun 2020 dengan nilai Rp3,2 miliar rupiah dengan berkapasitas 5 Liter perdetik, untuk perdesaan terindikasi tidak sesuai standad dan ketentuan.

Belum lagi genap setahun dikerjakan sudah banyak titik kebocoran, hingga air yang keluar dari Jaringan Air Bersih meluap kebadan jalan kampung.

Mengacu pada Laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Aceh Tenggara Tahun 2020 bahwa Proyek di di Bawah dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Tenggara ini merupakan jaringan Air Bersih kapasitas 5 liter per detik, dipedesaan.

Dengan pagu anggaran Rp3,2 miliar rupiah anggaran tahun 2020, terletak di Kute Peseluk Pesimbe, Lembah Alas dan Muhajirin Kecamatan Deleng Pokisen Aceh Tenggara.

Proyek yang di kerjakan CV (SM) beralamat di jalan Raja Bintang Kute Mbarung Kecamatan Babussalam Kutacane ini terindikasi di kerjakan Asal asalan saja.

Sebab; baru setahun di kerjakan jaringan Air Bersih itu di sejumlah titik sudah bayak di temukan kebocoran seperti di sepanjang jalan TMMD daerah Jambur Latong sekitarnya.

“Ya kita sudah banyak menemukan kebocoran dibeberapa titik, terhadap paket Proyek Jaringan Air Bersih ini, nampak sekali memang dikrjakan asal-asalan,” jelas Pajri Gegoh ketua LSM Gempur pada mediaaceh.co.id. Selasa, 2 November 2021 di Kutacane.

Dia menambahkan; semestinya dalam sistim pipanisasi dan Jaringan Air Bersih. Jika penggalian dan material timbunan yang di pergunakan tak sesuai spek dapat diyakini kerjaan tersebut bisa jadi menjadi tak berkualitas.

Seharusnya kata Gegoh; minimal kedalaman galian 50 Cm-60 Cm. dan Timbunan menggunakan pasir. Pasir berfungsi menghindari daya getar agar tidak pecah dan keretakan manakala ada getaran dan atau gesekan yang ditimbulkan daya arus air itu sendiri atau getaran yang di akibatkan kenderaan yang lewat.

“jadi dengan adanya pasir sebagai timbunan yang di pergunakan berfungsi menjaga dan meningkatkan kualitas pipa jaringan itu, sehingga tidak mudah pecah,” jelasnya.

Sementara, Samsul Muarif, Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) Kegiatan Jaringan Air Bersih Dinas PUPR Aceh Tenggara, hingga berita ini dilansir belum mendapat klarifikasi, kendati sudah mendatangi kantor yang bersngkutan.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agara, Edy Sabara saat di hubungi mwngatakan bahwa; kalau proyek Jaringan Air bersih tersebut bukan dibawah pengelolaan pekerjaannya melalui PDAM, tetapi kepada pihak Lembaga Kemasyarakatan Jambur Latong. Yang diketuai Kasiman Desky.

“Saya minta kepada Pemerintah Aceh Tenggara, kedepannya terkait jaringan Air bersih menjadi dan dikwelola Bidang PDMA; dan diserahkan pengelolaanya kepada kami agar dapat dikelola secara proporsional dan sustainable,” Tegas Edy.

Kasiman Desky yang Disebut sebagai Ketua Lembaga Kemasyarakatan Jambur Latong sebagai pengelola Jaringan Air Bersih (JAB) belum berhasil dimintai konfirmasi melalui seluler tidak aktif. [Kasirin].

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...