“Saya ingatkan ya, saya ini putra Aceh Tamiang, saya ingin membangun di kampung halaman saya, dengan program visi dan misi yang saya buat. Jangka pendek, menengah dan panjang. Saya ingin Tamiang ini menjadi lebih baik lagi, serta berkelanjutan,” jelasnya.
Armia, merupakan putra Aceh Tamiang asli, kampung halamannya di Kampung Bukit Tempurung [Rumah induk], kecamatan Kota Kualasimpang – Aceh Tamiang.
Pria berusia 58 tahun tersebut merasa sangat terusik, dengan ‘kampanye hitam’ yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, untuk tidak memilih dirinya di Pemilukada yang sesaat lagi akan di gelar.
“Siapa yang berani katakan saya bukan orang Tamiang, kecil saya pun, kalau mau mandi lompat dari jembatan Tamiang, mancing, cari durian sampai cabut sekolah. Semua itu saya lalui di sini. Kok saya pulang ke sini mau membangun kampung halaman saya di tahan dan di ributkan. Saat menjabat Kapolres pun saya tidak pernah ganggu orang Tamiang, saat di Poldasu pun cukup banyak orang Tamiang yang saya bantu,” bebernya penuh kesal.
Dia menduga, kampanye hitam ini pasti didalangi. Armia minta agar Aparat Penegak Hukum (APH) cari dan tangkap pelakunya, sebab itu merupakan bentuk penolakan demokrasi dan hukum, “Sanksinya Pidana,” sebutnya.




